Masyarakat Wondama Khawatirkan Kelangkaan BBM akan Berlanjut
WASIOR – Masyarakat di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mengkhawatirkan kejadian kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di daerah tersebut, akan terus berlanjut hingga akhir 2018.
Pantauan di Wasior, Selasa (13/11/2018), krisis BBM di Teluk Wondama belum sepenuhnya berakhir. Meskipun pasokan premium dari Manokwari sudah masuk sejak Rabu (7/11/2018) pekan lalu, antrean panjang kendaraan masih tetap terlihat di setiap pangkalan maupun pengecer. Stok BBM yang masuk, langsung ludes hanya dalam hitungan jam.
Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Teluk Wondama, Ekbertson Karubuy, membenarkan bahwa pasokan premium bersubsidi dari Manokwari sudah masuk ke Wasior. Sampai Sabtu (10/11/2018) lalu, pasokan yang masuk ada 90 ton dari total kuota untuk Oktober sebanyak 250 ton.
“Sudah ada penjualan di pengecer, tapi masyarakat masih trauma, jadi mereka borong. Sesuai hasil rapat, disepakati per Kepala Keluarga (KK), memperoleh jatah 15 sampai 30 liter, tapi di lapangan, masyarakat ada yang ketakutan sehingga terus antre berulang-ulang,” kata Ekber, Selasa (13/11/2018).
Sejumlah warga Wasior, mengaku masih khawatir akan kembali terjadi krisis BBM, seperti yang terjadi beberapa hari lalu. Mereka pun berinisiatif membeli premium dalam jumlah banyak, meskipun harus mengantre. “Biasanya kalau mau dekat akhir tahun selalu begini. Kita sudah pengalaman, jadi lebih baik beli banyak, disimpan untuk persediaan,” kata Samsudin, warga Distrik Rasiei yang ikut mengantre di salah satu pengecer di Iriati.
Samsudin terus mengantre BBM dari satu pengecer ke pengecer lain. Hal itu dilakukan untuk menunjang pekerjaannya sebagai tukang tebang kayu atau operator chainsaw, yang membutuhkan banyak persediaan premium. “Sudah lebih dari dua minggu ini kami tidak bekerja, karena tidak ada bensin. Jadi saya antre terus, karena kita butuh banyak. Kalau tidak ada bensin, pekerjaan semua macet,” tandasnya.
Mince, seorang ibu rumah tangga, juga mengaku belum sepenuhnya yakin, krisis BBM di daerahnya akan berakhir. “Sampai sekarang saja, orang masih antre terus, berarti belum normal. Jadi, lebih baik beli dan simpan untuk persediaan pribadi,” ujarnya
Terkait kapal angkut, Ekberston menyebut, sudah ada konfirmasi dari PT Papua Bumi Kasuari, selaku distributor BBM ke Teluk Wondama, telah ada kapal baru untuk menggantikan kapal tanker sebelumnya yang sedang docking.
Direncanakan kapal tersebut tiba di Manokwari pekan ini, dan selanjutnya membawa BBM sisa stok Oktober sekaligus kuota untuk bulan November. Diharapkan, pekan ini pasokan BBM di daerah tersebut sudah bisa normal, sehingga masyarakat tidak khawatir saat menyambut Hari Raya Natal di bulan depan. (Ant)