KSU Derami: Posdaya Penting untuk Dikembangkan
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
PADANG — Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang sejatinya sebagai upaya mengentaskan kemiskinan, melihatkan perannya di persoalan sosial. Memang tidak ada data pasti tentang penurunan angka kemiskinan, tapi perbaikan ekonomi rakyat dapat dirasakan.
Sekretaris Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Latifah mengatakan, berbicara wilayah Kota Padang, yang merupakan daerah ibu kota provinsi, bukan berarti hanya memiliki penduduk ekonomi menengah ke atas. Bahkan sebaliknya, cukup banyak yang hidup di garis kemiskinan.
Dari 33 Posdaya yang berjalan, ada 2.560 masyarakat kurang mampu yang dirangkul oleh unit usaha KSU Derami Padang yakni Tabur Puja. Jumlah itu hanya sebagian kecil masyarakat yang dapat dirangkul oleh Tabur Puja, karena belum meratanya keberadaan Posdaya di sejumlah wilayah.
“Posdaya di KSU Derami dari 11 kecamatan yang ada di Kota Padang, hanya 10 kecamatan yang ada Posdayanya. Satu kecamatan yang belum terisi itu yakni Kecamatan Teluk Kabung Bungus. Secara geografis cukup jauh berbeda dari pusat Kota Padang,” katanya, Selasa (20/11/2018).
Keberadaan unit Tabur Puja, membuat perekonomian masyarakat yang mendapatkan pinjaman modal usaha, bergeliat cukup bagus. Seiring dengan itu, Posdaya pun perlu menjalankan empat pilar dalam memberikan pemberdayaan kepada masyarakat.
“Jadi Posdaya itu perlu untuk dikembangkan lagi. Apabila benar-benar didirikan merata di seluruh daerah rawan sosial, maka cita-cita untuk mengentaskan kemiskinan dapat terwujud,” sebutnya.
Latifah menyatakan Posdaya adalah lembaga yang dikelola oleh masyarakat, yang dapat diandalkan. Apabila keberadaannya dibatasi, maka tercapainya cita-cita mengentaskan yang pun, akan berjalan lambat.
KSU Derami tetap berharap, Yayasan Damandiri yang sebagai mitra, dapat mengeluarkan kebijakan mendirikan Posdaya baru di Padang. Keinginannya jelas, karena banyak masyarakat yang belum terangkul oleh Tabur Puja.
“Tahun ini kita telah merencanakan aman membentengkan kembali Posdaya yang telah gulung tikar. Setidaknya ada enam yang masuk daftar, untuk kembali difungsikan,” ucapnya.
Manager Tabur Puja Padang, Margono Okta mengatakan, persoalan memfungsikan kembali Posdaya yang telah tutup buku itu, butuh kerja keras, karena akan ada perombokan susunan, serta dibutuhkannya pembinaan dengan waktu yang cukup panjang.
“Kita memang tidak diberi izin oleh Yayasan Damandiri untuk menambah upaya baru. Sekarang yang bisa, menghidupkan kembali Posdaya yang telah tutup,”ucapnya.
Meno melihat terlepas dari persoalan dibolehkan atau tidaknya mendirikan Posdaya. Keberadaannya diakui sangat ampuh mengentaskan kemiskinan. Dari sekian masyarakat yang berkesempatan menjadi anggota mengaku telah membuat ekonomi mereka berubah ke arah yang lebih baik.