Kopi Lokal Kalimantan Berpotensi Dikembangkan
BANJARMASIN – Kopi lokal Kalimantan, berpotensi untuk dikembangkan. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Selatan Herawanto mengatakan, kopi Kalimantan memiliki aroma dan rasa yang khas.
“Sayangnya, berdasarkan Kepmentan No. 830/2016 tentang Lokasi Pengembangan Kawasan Pertanian Nasional, Kalimantan tidak termasuk dalam kawasan pengembangan kopi nasional,” ujar Herawanto, di Banjarmasin, Jumat (23/11/2018).
Menurutnya, potensi pengembangan kopi di Kalimantan sangat besar. Berdasarkan data statistik perkebunan di Indonesia, produksi kopi Kalimantan di 2017 mencapai 6.835 ton, atau 1,07 persen dari total produksi kopi di Indonesia. Posisi produksi kopi Kalimantan, masih di bawah Sumatera yang mencapai 436.306 ton atau 63,44 persen dari produksi nasional. Tetapi masih di atas produksi kopi Maluku dan Papua yang hanya sebesar 2.629 ton atau 0,41 persen dari produksi nasional.
Meski masih di bawah, Kalimantan termasuk dalam kawasan pengembangan kopi nasional. “Dan ini menjadi perhatian semua pihak, terkait Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan,” tambahnya.
Melalui Duta Borneo Coffee Festival 2018, diharap keberadaan kopi Kalimantan dapat diketahui secara nasional. Sehingga ke depannya, Kalimantan bisa menjadi salah satu kawasan pengembangan kopi nasional seperti Papua. Duta Borneo Caffee Festival 2018, Kalimantan dapat mengenalkan dan mengedukasi masyarakat mengenai kopi, terutama kopi lokal Kalimantan Selatan.
Serta dapat dijadikan salah satu agenda nasional, yang dapat menggerakan sektor pariwisata di daerah tersebut. Herawanto menyebut, pengembangan kopi lokal Kalimantan Selatan seperti, Aaranio, Pengaron, Mataraman, Biih dan lainnya, diperlukan strategi antar pemangku kepentingan di daerah tersebut.
Terpisah, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, mengungkapkan, sangat mendukung upaya Bank Indonesia untuk mengembangkan kopi Kalimantan Selatan. Saat ini, di Banjarmasin mulai berkembang kafe kopi dari berbagai daerah di Indonesia. (Ant)