Ganti Nama Pulau Reklamasi, Anies: Sudah Pas
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA —- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjelaskan pemberian nama pahlawan untuk bekas pulau reklamasi itu yang sudah berganti menjadi Pantai Kita, Pantai Maju dan Pantai Bersama dinilai hanya membicarakan masa lalu bukan menatap masa depan.
“Namanya sudah pas nama itu, nama masa depan. Kita enggak berbicara masa lalu dan tidak melakukan glorifikasi (pemuliaan nama) pada siapa pun. Tidak ada figur yang diglorifikasikan,” ucap Anies di Gedung DPRD DKI, di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).
Kemudian dia menjelaskan jika kawasan tersebut diberikan nama figur tertentu di Jakarta. Nantinya masyarakat bakal berasumsi kepada salah satu tokoh.
“Begitu kita menyebutkan satu nama figur nanti akan ada yang beranggapan macam-macam sama figur itu,” tandasnya seraya mengatakan sedangkan kalau diberikan nama Pantai Kita Maju Bersama justru masyarakat bakal maju bersama.
Ia menegaskan, konsep yang diberikan kepada kawasan reklamasi tersebut adalah konsep masa depan yang dihasilkan dari proses pemikiran yang panjang.
“Jadi narasinya bukan tentang masa lalu. Jadi Pak Bestari hiduplah di masa depan, jangan hidup di masa lalu saja gitu,” tuturnya.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus menilai pemberian tiga pulau reklamasi di Teluk Jakarta sebelumnya Pulau C, Pulau D dan Pulau G yang diganti Kawasan Pantai Kita Maju Bersama kurang tepat. Menurutnya, seharusnya Anies dapat mengambil nama-nama dari pahlawan.
“Harusnya sih dipikirkan dulu sebelum itu dibakukan. Saya sih ingin menyarankan boleh dong saran, carilah nama pahlawan-pahlawan DKI atau yang berbau Jakarta itu akan lebih bagus. Saya kira itu,” ujar Bestari saat dikonfirmasi wartawan di Balai Kota DKI.
Dia menuturkan nama inisial yang dibuat kemarin hanyalah inisial agar pulau-pulau tersebut dapat dibedakan. Namun, Bestari menyayangkan bahwa nama yang dapat menjadi slogan tersebut tidak terlalu menarik.
“Begini kalau bisa dipertimbangkan lagi, gubernur kan kasih nama ‘Kita, Maju, Bersama’, kalau bisa pakai nama-nama pahlawan Jakarta itu loh,” usulnya.
Diberitahukan perubahan nama itu tertuang dalam sebuah Keputusan Gubernur (Kepgub) Provinsi DKI Jakarta bernomorkan 1744 tahun 2018 tentang Penamaan Kawasan Pantai Kita, Kawasan Pantai Maju dan Kawasan Pantai Bersama Kota Administrasi Jakarta Utara. Anies mengatakan, Pemprov DKI juga mengembalikan sebutan ‘pulau’ yang telah populer menjadi sebutan kawasan pantai.
Dia menerangkan, sebutan itu berdasarkan kepada rujukan ketentuan tata ruang yang tepat dan benar. Wilayah-wilayah hasil reklamasi itu, kata dia, sesungguhnya menjadi bagian dari Pulau Jawa.
Dengan demikian, penyebutan wilayah itu seharusnya bukanlah sebuah pulau. Rujukannya berdasarkan ketentuan-ketentuan teks yang ada di pusat. Pemprov DKI juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait dengan lahan-lahan hasil reklamasi.
Dia juga menjelaskan, pengubahan nama itu dilakukan agar Jakpro memiliki tugas yang jelas. Jakpro menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ditunjuk oleh Anies untuk mengelola. Dengan penamaan baru ini, dia mengatakan, akan menjadi rujukan penamaan selanjutnya, termasuk penamaan kelurahan dan juga kecamatan.