F3R: Kecintaan Terhadap Lingkungan Perlu Ditanamkan Sejak Dini
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MALANG — Menanamkan kecintaan terhadap lingkungan khususnya terkait penanganan yang benar, sudah selayaknya ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Mengingat volume sampah di kota Malang yang terus bertambah dan semakin memprihatinkan.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Fasilitator Reduce, Reuse, Recycle (F3R), Kecamatan Blimbing berinisiatif mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Penanganan Sampah kepada murid Sekolah Dasar (Kader 3R Junior) se kecamatan Blimbing, guna mewujudkan kota Malang bebas sampah.
Ketua F3R Kecamatan Blimbing, kota Malang, Supriadi menyebutkan, salah satu penyebab menumpuknya sampah disebabkan masih kurangnya kesadaran masyarakat termasuk anak-anak terkait penanganan dan pemanfaatan yang tepat.
“Suatu contoh, kebanyakan dari mereka, setelah memakan atau minuman berkemasan langsung membuang di tempat yang tidak seharusnya. Kalau ada tempat sampah di dekatnya, mereka masih mau membuang sampah di tempat sampah. Tapi ketika disana tidak ada, mereka tidak mau mencari dan langsung membuang di sembarang tempat,” ujarnya kepada Cendana News, Rabu (21/11/2018).
Menurut Supriadi, sudah saatnya anak-anak SD mendapatkan edukasi untuk lebih dalam mengenal apa itu sampah dan cara pengelolaanya. Diharapkan ketika mereka sudah dewasa, sudah tahu bagaimana caranya mengolah yang baik. Sehingga di masa yang akan datang akan berdampak pada pengurangan jumlah sampah di kota Malang.
“Materi yang diberikan berupa pembinaan untuk mengenal apa itu sampah, jenisnya apa saja, hingga pengenalan cara memilah sampah. Mulai dari organik, anorganik hingga pemanfaatan untuk dibuat sebuah kerajinan,” ungkapnya.
Disampaikan Supriadi, sebenarnya banyak sekali jenis sampah yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai suatu kerajinan yang berharga dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Di antaranya botol plastik bekas air mineral, koran, sendok plastik dan kemasan plastik.
“Sebagai kader 3R, kegiatan ini bagi anak-anak tidak hanya sebagai pembelajaran saja, tetapi diharapkan mereka juga bisa menerapkannya di sekolah, rumah maupun di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.
Setelah kegiatan sosialisasi ini, kedepannya F3R kecamatan Blimbing akan menindaklanjuti dalam bentuk pendampingan bagi sekolah-sekolah yang berkeinginan untuk mengelola sampahnya.
“Kami siap membantu dengan senang hati memberikan pendampingan bagi sekolah yang ingin mengolah sampahnya, baik organik maupun anorganik dan pembuatan kreatifitas dari sampah,” pungkasnya.
Sementara itu para murid kader 3R terlihat sangat antusias dan serius mengikuti setiap materi yang disosialisasikan F3R. Selain itu mereka juga diajak mempraktekkan secara langsung pemanfaatan sampah dengan membuat aneka kerajinan.