Antisipasi Banjir, Pemda Sikka dan KJM Bersihkan Kali Mati
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MAUMERE — Pemerintah kabupaten Sikka melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sikka dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bekerjasama dengan Komunitas Jeep Maumere melakukan pembersihan kali mati di tengah kota Maumere.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup(DLH) Sikka, Ir.Yunida Pollo mengatakan, aksi bersih-bersih ini terus dilakukan mengingat sampah sudah setinggi 1,5 meter dan bercampur dengan tanah. Memang saat hujan air kali tidak penuh dan meluap, namun ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir.
“Komunitas jeep juga mengerahkan sebuah eksavator untuk membantu membersihkan kali mati. Memang butuh beberapa hari lagi agar semua areal dapat dibersihkan,” tuturnya di Maumere, Rabu (21/11/2018).
Selama ini, jelas Yunida, pemerintah hanya melakukan penataan di beberapa sisi kali mati. Termasuk dengan membuat beberapa bak sampah berukuran besar agar masyarakat tidak membuang sampah ke lokasi tersebut.
“Aksi bersih-bersih tersebut selain untuk mengantisipasi adanya banjir. Kami terpaksa menggunakan alat berat eksavator untuk membersihkan badan kali,” ungkapnya.
Pemerintah, kata Yunida, masih kesulitan untuk membersihkan tanah yang menumpuk di bagian kedua sisi kali, sebab di areal tersebut sudah ditanami dengan pohon pisang dan kelapa oleh warga.
“Sudah dibicarakan dengan camat Alok agar warga diminta menebang pohon pisang dan kelapa yang ada di dalam areal kali mati, sebab lahan tersebut akan digusur. Untuk jangka panjang akan difungsikan untuk lahan terbuka hijau,” terangnya.
Namun pemerintah sedang mengkajinya apakah saat curah hujan tinggi air memenuhi kali mati atau tidak. Selama ini saat hujan air hanya mengalir di bagian tengah, sebab di kedua sisinya tanahnya lebih tinggi.
“Selama ini saat hujan air selalu membawa tanah dan pasir dari perbukitan dan mengendap di kali mati sehingga membentuk gundukan tanah di kedua sisinya.Untuk bagian muara lebar kali matinya bisa mencapai 20 meter,” tuturnya.
DLH Sikka juga tambah Yunida berencana menanam pohon kelor dan pepohonan lainnya di kedua sisi setelah normalisasi dilakukan. Kebetulan saat ini hujan belum turun secara intens sehingga kali mati masih mudah dibersihkan.

Direktur Bank Sampah Flores Wenefrida Efodia Susilowati menegaskan, kebiasaan membuang sampah di jalanan dan tempat umum masih belum ada perubahan meski pihaknya sudah sering melakukan edukasi soal penanganan sampah.
“Memang kesadaran masyarakat untuk buang sampah pada tempatnya masih kurang dan perlu ada penegakan aturan soal ini. Pemerintah juga perlu memperbanyak tempat sampah di beberapa tempat dan di fasilitas umum,” pintanya.
Menurut Susi, sapaannya, bila penegakan hukum terhadap orang yang membuang sampah sembarangan bisa berjalan, maka bisa memberikan efek jera kepada masyarakat lainnya.
“Harus ada tindakan tegas mengingat mental masyarakat kita yang masih sulit diatur. Tetapi sebelumnya pemerintah harus menyiapkan sarana dan pra sarana kebersihan terlebih dahulu,” pesannya.