Disdik Jabar Targetkan Tiap Sekolah Negeri Miliki Koperasi

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, menargetkan setiap sekolah negeri di kota dan kabupaten Bekasi, memiliki koperasi pelajar. Hal tersebut untuk mendorong kemandirian ekonomi di kalangan pelajar.
“Program Koperasi siswa ini, adalah program Dinas Koperasi Jawa Barat, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jabar,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Jabar, usai sosialisasi koperasi kepada siswa di SMA Negeri 2, Kota Bekasi, Kamis (1/11/2018).
Dikatakan, program tersebut untuk mengajarkan kepada pelajar terkait kemandirian ekonomi, karena bangsa ini membutuhkan kemandirian ekonomi. Dalam menuju bangsa yang besar, tentu harus didukung penguatan secara ekonomi.
“Untuk jadi bangsa yang besar harus didukung ekonomi yang kuat, baik ekonomi keluarga, masyarakat dan negara, tentunya,” jelas Pansila. kepala cabang Dinas Pendidikan di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, tersebut.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Kota dan Kabupaten Bekasi, Heri Pansila. -Foto: M Amin
Menurutnya, sosialisasi pentingnya koperasi di Kota Bekasi akan dilakukan di 37 SMA/SMK Negeri di Kota Bekasi. Sosialisasi bertahap akan dilaksanakan di dua daerah kota dan kabupaten, dengan target seluruh sekolah negeri di kota dan kabupaten, ke depan harus sudah memiliki koperasi siswa untuk menopang masa depan bangsa, agar lebih besar dan kuat.
Menurutnya, selama ini di Kota Bekasi baru satu sekolah koperasinya yang berjalan. Untuk koperasi, baru di SMA Negeri I yang berjalan. Padahal, koperasi harus dibentuk untuk menopang kegiatan sekolah yang dilaksanakan pelajar sendiri.
Lebih lanjut, Heri Pansila, menegaskan, koperasi pelajar dimaksud tidak berbeda dengan koperasi umum, seperti adanya penarikan iuran wajib bagi anggota koperasi, misalkan ditarik Rp10-20 ribu. Dana tersebut digunakan untuk menopang kegiatan ekstra kurikuler (skskul) atau bentuk simpan pinjam di kalangan pelajar.
“Dana koperasi bisa digunakan untuk membantu sesama pelajar yang lagi terkena musibah, seperti sakit dan keperluan lainnya,” paparnya.
Koperasi ini harus ada supvervisi. Untuk itu, Pansila menegaskan. Ke depan akan didampingi dinas koperasi, agar koperasi pelajar memiliki badan hukum, sehingga laporannya dana bisa lebih transparan, baik untuk pengeluaran dan pemasukan.
Dia berharap, Ke depan meskipun siswa sebagai pengurus koperasi sudah lulus, tetapi koperasi pelajar tetap berjalan dengan pergantian estafet kepengurusan pada siswa di bawahnya.
Lihat juga...