LEBAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, menyiagakan personel dan relawan untuk menghadapi kebencanaan, menyusul tingginya curah hujan di daerah itu.
“Semua personel dan relawan mampu melaksanakan evakuasi penyelamatan, karena mereka memiliki kemampuan dan keterampilan,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak, Kaprawi, di Lebak, Minggu (25/11/2018).
BPBD menyiagakan personel dan relawan untuk mengurangi risiko kebencanaan, agar tidak menimbulkan korban jiwa.
Selama ini, katanya, wilayah Kabupaten Lebak masuk daerah rawan bencana alam, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, gempa, tsunami, angin kencang dan kebakaran.
Penyebab bencana alam itu, karena terdapat perbukitan, pegunungan, daerah aliran sungai dan pesisir pantai.
Selain itu, juga terdapat patahan atau sesar di Perairan Samudera Hindia dengan Benua Indo-Australia.
“Kami menyiagakan personel dan relawan sebanyak 20 orang, dan berjaga secara bergantian di Posko Utama Bencana,” katanya.
Menurut dia, kelebihan personel dan relawan itu memiliki keahlian, keterampilan dan bergerak cepat melakukan evakuasi korban di lokasi rawan bencana alam.
Selain itu, katanya, mereka didukung peralatan evakuasi yang memadai, termasuk kendaraan operasional roda dua.
Peralatan evakuasi, antara lain lain perahu motor, pelampung, tenda, kendaraan operasional, dan mobil dapur.
BPBD juga menginstruksikan kepada masyarakat, aparat kecamatan dan desa/kelurahan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam.
BPBD juga berkoordinasi dengan TNI, POLRI, Tagana, PMI, Dinas Bina Marga, Dinas Kesehatan, Orari, pers, aparat kecamatan, dan masyarakat.
“Kami minta masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan segera menghubungi BPBD, jika terjadi bencana alam,” katanya. (Ant)