Warga Pesisir Bakauheni Masih Andalkan Bantuan Air Bersih

Editor: Mahadeva WS

LAMPUNG – Ratusan warga di sejumlah dusun, di Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, hingga akhir Oktober ini, masih mengalami kesulitan air bersih.

Tahang, Kepala Dusun Muara Piluk, Desa Bakauheni – Foto Henk Widi

Kepala Dusun Muara Piluk Pantai, Tahang, menyebut, musim kemarau di wilayah tersebut sudah melanda selama enam bulan terakhir. Bahkan warga menyebut, air dari PDAM Tirta Jasa cabang Bakauheni, sudah tidak mengalir sejak tiga bulan sebelumnya.

Beruntung PDAM Tirta Jasa mau memberi bantuan dengan mendistribusikan air bersih gratis. Tahang mencatat, di wilayah Dusun Muara Piluk Pantai, terdapat sekira 100 Kepala Keluarga (KK) dan di Dusun Muara Piluk Atas ada sekira 100 KK yang mengalami kesulitan air bersih. “Pendistribusian air bersih dilakukan untuk kebutuhan mandi, cuci, serta minum. Bisa dalam waktu dua hingga tiga hari sekali,” terang Tahang, saat ditemui Cendana News, Senin (29/10/2018).

Proses pendistribusian air bersih dilakukan secara bertahap, mulai dari kawasan Muara Piluk bergerak hingga ke bagian atas. Warga yang akan menerima bantuan, sudah menyiapkan berbagai alat penampung seperti, galon, ember, drum plastik serta bak penampungan. Bantuan air bersih yang diberikan kepada warga, sesuai dengan kebutuhan. Meski demikian, ada pula warga yang membutuhkan air bersih dalam jumlah banyak, sehingga harus menambah dengan membeli air bersih.

Warga mengandalkan bantuan 5.000 liter, dengan kebutuhan air bersih setiap keluarga, rata-rata 100 hingga 200 liter. Kebutuhan air bersih sangat diperlukan, air dari PDAM sudah tidak mengalir. Meski hujan sempat mengguyur wilayah tersebut, pasokan air dari PDAM belum bisa memenuhi kebutuhan air. “Kami sangat berterimakasih atas kepedulian pihak PDAM, yang memberikan bantuan selama musim kemarau ini terutama bagi yang tidak mampu membeli air,” tandas Tahang.

Artoni,Kepala Seksi Tekhnik PDAM Tirta Jasa Cabang Bakauheni – Foto Henk Widi

Arjoni, Kepala Seksi Tekhnik, PDAM Tirta Jasa Cabang Bakauheni, mengungkapkan, pendistribusian air bersih sudah dilakukan sejak dua bulan terakhir. Kegiatan memanfaatkan tangki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan. Setiap hari didistribusikan 20.000 liter air bersih. Distribusi dilakukan melalui empat jalan, untuk memudahkan kendaraan masuk ke perkampungan. Selama kemarau, dalam sehari, satu tangki berisi 5.000 liter bergerak mendistribuskan bantuan hingga empat kali.

Setiap kali pengiriman air, ada 350 KK yang akan mendapat jatah bantuan air bersih. Proses distribusi sering terkendala oleh akses jalan yang tidak bisa dilewati tanki. “Pengaturan pendistribusian air dilakukan oleh kepala dusun secara bergilir agar merata,” beber Arjoni.

Minah, salah satu warga Muara Piluk Bakauheni mengungkapkan, kebutuhan air bersih sangat diperlukan selama kemarau. Meski berlangganan air PDAM, semenjak kemarau, Dia harus membeli air bersih dari pedagang keliling. Satu tangki berisi sekitar 1.500 liter, dibeli dengan harga Rp100 ribu. Adanya bantuan air bersih, membuat ibu rumah tangga bisa menghemat pengeluaran untuk mendapatkan air bersih.

Lihat juga...