Tyto Alba, Predator Tikus Penyelamat Petani Desa Lengkong

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Salah satu Pagupon di tengah persawahan yang didirikan oleh petani di desa Lengkong Kecamatan Mumbulsari Jember. Foto: Kusbandono

JEMBER — Persoalan hama tikus masih menjadi ancaman yang serius bagi petani di Jember. Selain menurunkan produksi, warga juga terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk penanggulangnya.

“Kalau menggunakan tenaga manusia, biayanya sekitar ratusan ribu per hektare,” tutur Bestyan Fikri Diyah Ghoriza, petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember di Desa Lengkong, Senin (15/10/2018).

Diterangkan, daerah yang kerap menjadi sasaran hama pengerat tersebut di antaranya, kecamatan Tempurejo, Ambulu dan Wuluhan yang sempat terjadi kerusakan parah.

“Sepasang tikus dapat berkembang biak menjadi ribuan yang siap memangsa lahan persawahan warga,” terangnya.

Disebutkan, salah satu cara alami sekaligus murah yakni dengan cara menggunakan hewan pemangsa (predator) tikus sawah, yakni burung hantu. Jenis tyto alba atau serak jawa atau sering disebut burung hantu putih sangat cocok sebagai pemangsa alami.

“Burung hantu ini kan karnivora, salah satu kesukaannya tikus sawah,” ujar Bestyan.

Disebutkan, berdasarkan pada penelitian para ahli, diperkirakan burung hantu bisa memakan dua hingga lima ekor tikus setiap harinya.

“Karakteristiknya unik. Ketika sudah kenyang, dia tetap akan memangsa tikus sawah, tetapi tidak dimakan, cuma dibunuh saja. Jadi, cukup efektif untuk membasmi,” ungkap Bestyan.

Bestyan Fikri Diyah Ghoriza (kanan), petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Jember saat membimbing petani dalam mendirikan pagupon. Foto: Kusbandono

DTPHP Jember berinisiatif memanfaatkan burung hantu dengan membagikan beberapa pagupon (rumah burung) di beberapa wilayah. Pemasangan dilakukan secara menyebar di lima titik yang ada di Desa Lengkong.

“Kebetulan desa kita dapat lima unit pagupon. Pas dengan jumlah kelompok tani yang ada. Burung hantu ini jangkauannya antara 10 hingga 12 kilometer. Jadi, pagupon minimal dipasang bisa dengan jarak minimal 10 kilometer,” tutur Bestyan.

Dengan memasang pagupon, diharapkan bisa mengundang kedatangan burung hantu tyto alba yang hidup di alam bebas. Meski bisa juga dengan memasang burung hantu tyto alba yang sudah diternak.

“Kalau di sekitar pagupon itu banyak bangkai tikus sawah, berarti sudah efektif penggunaannya. Jadi, kami tinggal nunggu saja di rumah,” pungkas Bestyan.

Lihat juga...