Ratusan Mahasiswa di Bekasi Pertanyakan Kenaikan Harga BBM

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Ratusan mahasiswa di Kota Bekasi, Jawa Barat, menggelar aksi mimbar bebas di Gedung DPRD setempat, sebagai bentuk protes kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Dexlite, yang dilakukan ‘diam-diam’ oleh Pemerintah, Senin (15/10/2018).
Dalam aksi itu, sempat terjadi ketegangan, lantaran mahasiswa dalam aksinya melakukan pembakaran ban, dan api sempat menyambar pagar gedung DPRD Kota Bekasi. Tetapi, api langsung dipadamkan oleh petugas di lapangan. Aksi itu berlangsung cukup lama, karena tidak ada satu pun anggota DPRD Kota Bekasi yang menemui mereka.
“Kenaikan BBM Jenis Pertamax yang mencapai Rp1.400, ini sangat tidak sesuai kesepakatan bersama, seharusnya kenaikan ini ada sosialisasi,” ungkap koordinator aksi, Adhwan Ardiansyah.
Menurutnya, kenaikan harga Bahan Bakar Khusus itu, memberi dampak efek multiplayer dan terkesan tidak berpihak kepada rakyat yang sedang sulit, karena berbagai kenaikan harga bahan pokok di pasar.
Mereka mendesak DPRD Kota Bekasi, agar dapat membawa aspirasi itu ke pemerintah pusat, dan DPRD Kota Bekasi harus ikut menolak kenaikan BBM khusus yang dilakukan secara sepihak.
Adhwan lebih lanjut menegaskan, aksi dilaksanakan bukan hanya menuntut turunnya harga BBM Pertamax. Tetapi, DPRD Kota Bekasi juga harus lebih peka dan berpihak kepada rakyat kecil.
“Jangan hanya sibuk berkampanye untuk mencari simpati masyarakat, agar terpilih kembali sebagai wakil rakyat,” ucap Adhwan.
Adwan mengaku, aksi ini akan terus berlanjut sampai semua tuntutan bisa diterima langsung oleh DPRD kota Bekasi, dan mau menerima mahasiswa untuk berdialog.
“Bila pada hari ini anggota DPRD kota Bekasi tidak menemui, kami akan melakukan realisasi tuntutan-tuntutan yang sudah kami ajukan, kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dari hari ini,” katanya.
Aksi mahasiswa kemudian membubarkan diri, setelah salah satu staf DPRD Kota Bekasi memberi penjelasan, dan menemui koordinator aksi. Namun, sampai selesai tidak ada satu pun anggota DPRD Kota Bekasi, hadir menemui aksi tersebut.
Lihat juga...