Proyek Lanjutan Jembatan Way Pisang, Mulai Dikerjakan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Pembangunan jembatan beton Way Pisang di atas sungai Way Pisang, Dusun Buring, Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, dilanjutkan. Setelah warga menggunakan jembatan gantung sementara, setelah dibangunnya pondasi jembatan, proyek lanjutan jembatan penghubung antar dusun, antar desa dan antar kecamatan Penengahan ke kecamatan Ketapang, mulai dikerjakan.
Legimin, Kepala tukang pengerjaan jembatan beton Way Pisang menyebut, tahap pertama pembangunan jembatan dilakukan dengan pembuatan gelagar. Sesuai rencana, gelagar jembatan dibuat dengan bentangan sepanjang 26 meter, dari total bentangan sepanjang 27 meter, dengan lebar mencapai 5,20 meter. Proses konstruksi jembatan dikerjakan manual oleh sejumlah pekerja lokal yang ada di wilayah tersebut.
Legimin, Kepala Tukang dalam pengerjaan konstruksi gelagar jembatan beton Way Pisang, Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
“Proses pembangunan jembatan dilakukan bertahap. Sebelumnya, pondasi jembatan sementara, warga memanfaatkan jembatan gantung berlantai papan dan kawat. Oktober ini pemasangan gelagar dan plat jembatan dilanjutkan,” terang Legimin, saat ditemui Cendana News, Kamis (19/10/2018).
Legimin menerangkan, gelagar jembatan memiliki fungsi sebagai pemikul beban bergerak meliputi kendaraan, manusia yang melintas di jembatan. Gelagar dibuat dari beton yang dikerjakan setelah pekerjaan pondasi jembatan selesai.
Sementara pelaksanaan pekerjaan plat lantai jembatan dilakukan setelah gelagar dibuat. Kondisi cuaca panas disebutnya akan mendukung kegiatan pemasangan gelagar, karena tidak terkendala hujan seperti pada saat proses pengerjaan pondasi.
Setelah pembuatan gelagar jembatan, selanjutnya para pekerja akan membuat plat lantai jembatan, yang berfungsi untuk menahan beban yang bekerja di atas jembatan secara merata, dan agar mendapat permukaan yang rata dengan pembuatan bekisting plat lantai, pembesian dan pengecoran beton.
Selama proses pengerjaan jembatan, warga yang berada di seberang sungai Way Pisang selama beberapa bulan harus rela menggunakan akses jalan lain, meski harus menempuh jarak yang jauh.
“Pengerjaan konstruksi ini harus segera kami selesaikan, karena mendekati musim penghujan dikhawatirkan akan berpotensi tiang pancang di dasar sungai terkena banjir,” bebernya.
Kekhawatiran musim hujan yang berpotensi tiba sebelum pekerjaan selesai, ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, sejumlah bekisting untuk penopang pembuatan konstruksi jembatan berada di atas aliran sungai.
Legimin khawatir, saat hujan tiba volume air yang kerap membawa sampah serta ranting-ranting bambu bisa menerjang bekisting yang berada di atas aliran sungai Way Pisang tersebut.
Memasuki hari ke-23, ia menyebut perkembangan pekerjaan sudah terlihat dengan proses pembesian sebelum pengecoran.
Pantauan Cendana News, jembatan beton Way Pisang merupakan bagian dari kegiatan peningkatan dan pembangunan jalan lingkungan wilayah Timur. Proyek di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan tersebut, yakni pembangunan jembatan beton Way Pisang Dusun Buring, Desa Sukabaru Kecamatan Penengahan yang merupakan pekerjaan lanjutan.
Nilai proyek sesuai dengan paket penggunaan anggaran mencapai Rp915.190.000, dikerjakan oleh CV. Karya Pakaranu tahun anggaran 2018.
Proses lanjutan pengerjaan pembangunan jembatan beton Way Pisang mendapat respon positif dari sejumlah warga.
Hasan, salah satu warga Dusun 2 Buring, menyebut akses warga akan semakin mudah jika jembatan selesai dibangun. Jembatan tersebut menjadi harapan bagi sejumlah warga untuk distribusi barang dan mobilisasi orang dari sejumlah desa di Kecamatan Ketapang, di antaranya Karangsari dan desa lain di Kecamatan Penengahan.
Warga lain bernama Arwanah, menyebut fungsi jembatan belum terasa saat musim kemarau. Pasalnya, sungai Way Pisang yang debitnya menyusut masih bisa dilintasi. Jembatan tersebut akan sangat diperlukan warga untuk mengangkut hasil pertanian jagung, pisang, kelapa, padi dan kakao saat musim penghujan. Infrastruktur jembatan yang terkoneksi dengan jalan beton di Desa Sukabaru yang sudah mulus, disebutnya juga membantu siswa sekolah.
Jembatan yang bisa dilintasi kendaraan roda dua serta roda empat, diharapkan bisa memudahkan distribusi. Ia mengapresiasi langkah cepat dinas terkait yang segera merealisasikan pembangunan jembatan, meski dilakukan secara bertahap.
Ia mengatakan, pembangunan jembatan akan berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah terpencil Gunung Botol, Karangsari yang selama ini mudah diakses. Bahkan, jembatan tersebut diprediksi akan menjadi jalur utama perlintasan warga beberapa desa dan kecamatan, tanpa harus memutar melalui jalan provinsi di ruas Ketapang-Tetaan yang lebih jauh.
Lihat juga...