LAMPUNG – Kelestarian kawasan Register 1 Way Pisang, menjadi salah satu penjaga ketersediaan air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Pisang. Pada musim kemarau ini, sebagian kawasan tersebut masih tetap memiliki kawasan hijau, karena kesadaran masyarakat mempertahankan sejumlah pohon.
Beberapa jenis pohon yang tetap dilestarikan tersebut meliputi Jati (Tectona grandis) dan Gmelina (Gmelina arborea Roxb) atau dikenal jati putih, Sengon (Albizia chinensis) dan bambu (Bambuseae) serta berbagai jenis pohon kayu.
Toyifun (39), warga Dusun Karanganyar, Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, menyebut kawasan Register 1 Way Pisang merupakan wilayah milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Namun, sebagian kawasan dihuni oleh masyarakat dari 16 desa, sebagian berada di dekat DAS Way Pisang.
Meski berstatus milik KLHK, namun sebagian masyarakat petani masih memiliki lahan garapan untuk menanam jagung, pisang, kelapa, karet, sawit serta berbagai tanaman produktif lainnya.
Kawasan Register 1 Way Pisang seluas ribuan hektare yang meliputi Kecamatan Palas, Sragi, Penengahan, Ketapang, kata Toyifun, menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat. Musim kemarau disebutnya cukup berimbas bagi ribuan petani yang menggarap lahan, sehingga tidak bisa bercocoktanam.
