Pengusaha Muda Didorong Maksimalkan Teknologi Informasi
Editor: Mahadeva WS
GIANYAR – Peningkatan kesadaran wirausaha lokal, terutama generasi muda, terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, serta tren perkembangan teknologi dan pasar ekonomi kreatif sudah sangat mendesak.
Advisor Bidang Administrasi dan Manajemen Bekraf, Mesdin Kornelis Simarmata, mengatakan, di era kekinian, dunia digital mampu meningkatkan aktivitas, serta omset Usaha Kecil Menengah (UKM) Ekonomi Kreatif (Ekraf).
“Bekraf bertugas membantu Presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio,” tutur Mesdin, pada pelatihan Bekraf Digital Entrepreneurship, yang diadakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Pusat, Jumat (26/10/2018).
Bekraf berupaya membangun ekosistem kewirausahaan digital, yang akan mendorong tumbuh dan berkembangnya ekonomi kreatif di Indonesia, dan Gianyar pada khususnya. “Penghasilan dari internet itu sebuah kenyataan, sudah banyak orang yang berhasil menggunakan sarana internet untuk transaksi jual beli. Kuncinya adalah manajemen distribusi dan promosi,” paparnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, Anak Agung Bagus Ari Brahmanta, menyampaikan, Gianyar sudah mengikuti uji petik dari Bekraf. Sejumlah potensi telah dipresentasikan, seperti potensi kuliner Gianyar, crispy duck, kriya dan seni pertunjukan. Termasuk sejumlah warisan leluhur yang bisa dikembangkan, mulai dari pengolahan perak, kayu tarian dan produk lainnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Putu Astawa, menegaskan, entrepreneurship digital pada era globalisasi ekonomi, merupakan upaya potensi peningkatan dan pemasaran produk industri di Bali. Peluang pasar digital sangat besar, karena semakin banyaknya pengguna smartphone, dan ketepatan dalam menangkap peluang pemasaran. “Globalisasi juga harus menciptakan pertumbuhan dan lapangan kerja, tidak merusak budaya dan tatanan masyarakat,” imbuh Putu Astawa.
Pelatihan yang dilaksanakan sehari tersebut, diikuti 175 orang pengusaha muda di Bali. Hadir sebagai narasumber, diantaranya pendiri Aksi Nusantara, Firstman Marpaung, yang mengisi sesi Workshop Digital.
Mengangkat tema, Mindset e-commerce, Firstman menjelaskan, Era kreatif telah tiba, dan produk yang sudah ketinggalan zaman harus berevolusi, bersintesis, revolusi, dan reaplikasi, agar bisa menyesuaikan permintaan pasar.