Loka POM Balikpapan, Terjun Langsung Uji Makanan Berbahaya
Editor: Satmoko Budi Santoso
BALIKPAPAN – Pada bulan September 2018, Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Kota Balikpapan telah beroperasi, sehingga tes untuk mengecek secara cepat penganan yang diduga mengandung bahan berbahaya bisa dilakukan.
Meskipun dalam keterbatasan peralatan karena baru beroperasi, Loka POM Balikpapan dapat melakukan tes untuk mengecek secara cepat penganan yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rodhamin B, dan lain sebagainya. Tes cepat tersebut pelaksanaannya hanya memakan waktu 5 menit dan sudah bisa mendapatkan hasil.
“Kalau ada yang positif kami tetap lanjutkan pada tes laboratorium yang lebih valid dengan menggunakan alat lab. Sementara, kami sudah dilengkapi peralatan sederhana seperti peralatan pengujian menggunakan mobil keliling,” ungkap Kepala Loka POM Balikpapan, Sumiyati Haslinda, Kamis (18/10/2018).
Tidak hanya melakukan tes cepat terhadap penganan yang diduga mengandung zat berbahaya, Loka POM di Balikpapan, menurut Sumiyati, juga sudah dapat melakukan pengecekan terkait peredaran kosmetik-kosmetik ilegal. Termasuk obat tradisional yang mengandung bahan kimia.
“Kami menyosialisasikan dan minta kepada masyarakat untuk memperhatikan produk kosmetik dan obat tradisional berbahaya. Karena melihat masih banyak ketidaktahuan masyarakat menggunakan obat tradisional atau jamu misalnya, untuk kesehatan mereka,” imbau Sumiyati.
Ia mengatakan, dengan beroperasinya Loka POM Balikpapan, maka pengawasan obat dan makanan lebih khusus serta optimal. Loka ini mengawasi khusus kota Balikpapan, mulai dari peredaran obat-obatan, kosmetik, makanan dan barang konsumsi lainnya.
“Harapannya, masyarakat Balikpapan hanya menggunakan produk obat dan makanan yang bermanfaat serta bermutu. Masyarakat juga bisa melakukan pengecekan terhadap produk yang dikonsumsi meskipun sudah tertera nomor registrasi Balai POM,” terangnya.
Sumiyati menambahkan dengan keberadaan Loka POM, apabila ada persoalan terkait dengan obat dan pangan bisa langsung berkoordinasi dengan pihaknya. Tidak lagi memakan waktu lama, terutama hal yang memerlukan penanganan khusus. Meskipun peralatan yang dimiliki masih terbatas, namun dalam melakukan koordinasi akan lebih cepat.
“Insha Allah dengan keberadaan Loka POM di sini, segala kasus akan lebih mudah ditangani. Keberadaan kami sebenarnya menjawab kemauan masyarakat,” pungkasnya.