Lion: 176 Korban Pesawat Jatuh Telah Diklaim Keluarga

Ilustrasi-Foto: Dokumentasi CDN.

JAKARTA — Sebanyak 176 korban penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi, telah diklaim keluarga korban yang datang ke posko krisis Bandara Soekarto Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.

Asisten Manajer Lion Group yang menjadi penanggung jawab pusat krisis di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Tri Siswoyo mengatakan, para keluarga dari 176 korban itu mendatangi dan membuat laporan ke posko di dua bandara itu hingga Selasa pukul 18.06.

“Keluarga dari tiga korban penumpang belum datang memberikan laporan ke posko,” ujarnya di Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Adapun tiga korban yang belum diklaim keluarga adalah Ariyanti Reni, Susilo Wahyu dan Widjaya Risma.

“Sejauh ini masih kami koordinasikan untuk mencari di tim Jasa Raharja dan tim DVI (Disaster Victim Investigation),” tuturnya.

Dari pantauan di posko krisis di Bandar Udara (Bandara) Internasional Halim Perdanakusuma hingga saat ini, para petugas masih siaga. Posko dibuka 24 jam dan rencananya hingga Jumat.

Keluarga korban telah berdatangan ke posko di Halim Perdanakusuma sejak pagi. Sekitar pukul 19.00 WIB, belum ada lagi keluarga korban yang datang ke posko hingga saat ini.

Sebelumnya, Tri mengatakan pihaknya telah mendirikan empat posko pengaduan, di antaranya pusat krisis di Bandara Halim Perdanakusuma depan Gedung Maintenance Division, posko di Hotel Ibis Cawang lokasi keluarga korban menginap, Terminal 1B Bandara Soekarno Hatta, dan Rumah Sakit Bhayangkara Polri Soekanto, di Kramat Jati, Jakarta Timur.

Pesawat Lion Air JT 610 jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin pagi, setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 06.20 WIB, menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang, Bangka. Namun, 13 menit kemudian, pesawat itu hilang kontak. Pesawat kemudian dinyatakan jatuh di perairan Karawang.

Pesawat itu mengangkut total 189 penumpang, terdiri atas 178 orang dewasa, satu anak-anak, dua bayi, dan enam awak kabin. Hingga saat ini, regu Badan Pencarian dan Penyelamat Nasional (Basarnas) masih melakukan pencarian dan evakuasi korban dan puing-puing pesawat. [Ant]

Lihat juga...