Keberhasilan Pak Harto Sejahterakan Rakyat, Menginspirasi Pemuda
Editor: Makmun Hidayat
BANDUNG — Sosok Jenderal Besar H.M Soeharto dinilai merupakan pemimpin yang paling berhasil dalam mensejahterakan rakyat. Jasa-jasa Pak Harto begitu banyak untuk bangsa dan negara ini.
Hal tersebut diungkapkan Peppy Badru Fatahillah, salah satu calon legislatif DPR RI dari Partai Berkarya (PB), Daerah Pemilihan (Dapil) Tiga, Jawa Barat.
Menurut Peppy, marwah Pak Harto turun kepada putra dan putrinya, dan dalam satu wadah yang sama, yakni Partai Berkarya dengan elan vital mengembalikan dan meneruskan cita-cita Pak Harto. Untuk itu, dalam hemat Peppy, para pengurus dan caleg selanjutnya harus mampu memberi makna arah perjuangan partai untuk kemudian dikomunikasikan kepada masyarakat.
“Tinggal bagaimana para pengurus dan caleg yakin dan semangat untuk selalu berjuang dalam meyakinkan, menyapa, dan dekat dengan masyarakat, bahwa kita semua wakil dari dari PB yang akan mewakili mereka untuk memperbaiki arah perjuangan bangsa ini, sesuai dengan cita-cita almarhum Bapak Soeharto,” ujar caleg DPR Dapil Tiga Jabar nomor urut 3 meliputi Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor ini, melalui sambungan telepon kepada Cendana News, belum lama ini.
Disebutkan Peppy dirinya selalu gaungkan motto pergerakan, “Pemuda Kembali ke Desa, Berkarya Membangun Bangsa” dan yang terpenting adalah bahwa koridor perjuangan PB sudah jelas, mengangkat kembali cita-cita almarhum Pak Harto melalui Trilogi Pembangunan, delapan jalur pemerataan, Posyandu.
“Dan, yang paling penting adalah menumbuhkan kembali Eka Prasetya Panca Karsa atau Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Itu sangat perlu untuk dihadirkan kembali,” tandasnya.
Disebutkan Peppy, masih banyak masyarakat kota Bandung mencintai dan kangen dengan sosok Soeharto. Tak heran jika Kehadiran Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto disambut dengan antusias oleh warga Bandung.
Kedatangan Titiek Soeharto yang merupakan putri dari mendiang Presiden RI ke-2 Jenderal Besar H.M Soeharto yang begitu dicintai rakyat, lanjut Peppy, memberikan angin segar kepada kader Berkarya. “Kehadiran Ibu ke Bandung secara tersirat mengatakan bahwa Partai berkarya siap berjuang bersama masyarakat kota Bandung untuk perubahan bangsa dan negara. Dengan visi dan misi Trilogi Pembangunan yang telah diperkenalkan oleh Bapak Jenderal H.M Soeharto,” ujarnya.
Dijelaskan Peppy, persiapan Partai Berkarya di Jawa Barat dapat dikatakan telah sempurna dengan caleg yang sudah memenuhi kuota seluruh Jawa Barat mencakup persebaran di 15 dapil untuk DPR provinsi, dan 11 dapil untuk DPR RI.
Kepada Cendana News, pemuda dengan penampilan plontos ini mengaku pilihannya bergabung dengan PB karena dirinya sudah paham dan hafal platform perjuangan PB sebelum PB berdiri. Peppy sebelumnya telah berkecimpung dalam organisasi Pemuda Mandala Trikora Jawa Barat. Sejak 2010, ia menjabat ketua organisasi tersebut. Pemuda Mandala Trikora senfiri dibina oleh Tommy Soeharto dengan ketua umum Ari Sigit.
Menurut Kang Peppy begitu sapaannya, menjadi wakil rakyat adalah sebagai sarana atau alat perjuangan politik yang dicita-citakan dirinya selama ini. Walaupun memiliki banyak kekurangan, namun semangat untuk mengabdi dan mencintai tanah air ini tidak pernah padam.
“Dengan program ekonomi kerakyatan dari Partai Berkarya (PB) mudah-mudahan akan menjadi pondasi dan solusi dari permasalahan bangsa selama ini,” harapnya.
Menurut Peppy, salah satu permasalahan pembangunan dewasa ini adalah terkait disparitas pembangunan di kota dan desa. Disebutkan Peppy semakin hebat pembangunan di kota, semakin tertarik masyarakat untuk pindah ke kota, dan desapun ditinggalkan.
Padahal kekuatan terbesar Indonesia yang tidak dimiliki negara lain, lanjut Peppy, adalah kesuburan agraris tanah yang terdapat di pelosok dari Sabang sampai Merauke. “Jika masyarakat berbondong-bondong pindah ke kota, tentu kekuatan yang sudah kita miliki perlahan-lahan akan melemah, seperti yang kita rasakan sekarang ini,” tuturnya.
Untuk mengembalikan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, bagi Peppy, bukanlah hal yang mustahil. Ia mengaku sudah keliling pelosok Jawa Barat, dan melihat betapa banyak potensi pertanian, peternakan, dan perikanan yang tidak digarap secara maksimal.
“Kuncinya ada di generasi muda Indonesia, harus mau dan wajib terjun ke desa menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan untuk masyarakat desa,” ujar Peppy menawarkan solusi.
Pemuda kelahiran 26 Juni 1973, ini pun berketetapan hati merasa yakin dan bersemangat bahwa kehadiran PB di Provinsi Jawa Barat dapat diterima oleh masyarakat kalangan pedesaan. Terlebih dengan kondisi perekonomian sekarang ini, hadirnya PB memberikan warna baru di Jawa Barat.
“Peta kekuatan perpolitikan kemungkinan besar akan mengalami perubahan,” pungkasnya memberi prediksi.