Jurnalis CDN Raih Penghargaan Kemendikbud

Editor: Mahadeva WS

JAKARTA – Jurnalis cendananews.com (CDN), untuk wilayah peliputan Nusa Tenggara Timur (NTT), Ebed de Rosary, mendapat penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Penghargaan diberikan dalam acara Apresiasi Pendidikan Keluarga 2018, yang puncaknya digelar di audotirium Kemendikbud, Rabu (25/10/2018) lalu.

“Saya meraih juara harapan dalam lomba jurnalistik kategori feature dengan tema Peran Keluarga dan Masyarakat pada Pendidikan Anak di Satuan Pendidikan,” ujar Ebed de Rosary, Senin (29/10/2018).

Dari 1.105 naskah yang masuk ke panitia, dua naskah yang dikirimkan dan telah tayang di CDN, bisa mengantarkannya meraih penghargaan, meski baru pertama kali mengikuti lomba. “Saya baru pertama kali mengikuti lomba menulis di Kemendikbud, dan sangat bersyukur dua naskah yang dikirimkan mendapatkan apreasi dari Kemendikbud. Ini sebuah pencapaian yang bagus, dan bisa mengharumkan nama CDN di level nasional,” ungkapnya.

Naskah feature berjudul, Meski Difabel, Lilys Semangat Dirikan PAUD Demi Anak-anak, yang telah tayang di CDN pada 1 Maret 2018, dinilai layak meraih juara harapan. (Baca : https://www.cendananews.com/2018/03/meski-difabel-lilys-semangat-dirikan-paud-demi-anak-anak.html).

Naskah lain yang juga telah tayang di CDN berjudul, Beri Harapan Anak Berkebutuhan Khusus, Ursula Dirikan PAUD Karya Ilahi, terpilih untuk dibukukan oleh Kemendikbud RI, dalam buku hasil karya nominasi lomba jurnalistik kategori feature tahun 2018. (Baca : https://www.cendananews.com/2018/04/beri-harapan-anak-berkebutuhan-khusus-ursula-dirikan-paud-karya-ilahi.html).

Atas prestasi tersebut, Ebed menghaturkan terima kasih kepada Kemendikbud RI, yang telah menyelenggarakan lomba tersebut. Juga kepada pimpinan dan segenap kru CDN, yang mendukungnya untuk terus berkarya dan meraih prestasi.

Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga kemendikbud, Dr.Sukiman,M.Pd, mengungkapkan, kegiatan Apresiasi Pendidikan Keluarga, diselenggarakan sebagai upaya untuk memberikan edukasi bagi masyarakat, bahwa keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak memiliki peran utama dalam keberhasilan anak di masa yang akan datang. “Dampak keterlibatan orang tua terhadap prestasi belajar anak di sekolah berlaku di setiap jenjang pendidikan, dimulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi,” katanya.

Sejak dibentuk pada 2015, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, telah menyediakan layanan pendidikan keluarga di 237.332 satuan pendidikan. Jumlahnya, telah mencapai 55% dari 429.768 jumlah satuan pendidikan di Indonesia. “Kami berharap pada 2019, semua satuan pendidikan di seluruh Indonesia dapat memperoleh layanan pendidikan keluarga,” tandasnya.

Para pemenang lomba jurnalistik saat menerima penghargaan dalam acara puncak Apresiasi Pendidikan Keluarga tahun 2018 yang berlangsung di auditorium Kemendikbud RI. Foto : Ebed de Rosary

Untuk mendukungnya, diharapkan seluruh kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, BUMN atau BUMD, sektor swasta dan masyarakat, dapat turut membantu, dan terlibat aktif dalam program pendidikan keluarga di Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, mengatakan, pendidikan dimulai dari keluarga. Orang tua sebagai pendidik utama, sehingga harus berperan aktif. Pelibatan orang tua dalam pendidikan anak, adalah suatu keharusan.  “Untuk terwujudnya hal tersebut, diperlukan dorongan, upaya peningkatan kemampuan, dan contoh-contoh praktik baik. Pemberian apresiasi kepada semua pihak yang terkait dengan upaya ini merupakan salah satu cara untuk menggiatkan upaya tersebut,” tegasnya.

Peran aktif orang tua dalam pendidikan anak, mendukung terbentuknya insan dan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter berlandaskan gotong royong. “Keluarga sebagai salah satu pilar dalam tri sentra pendidikan, memiliki peran yang signifikan dalam mendukung keberhasilan pendidikan nasional,” cetusnya.

Apresiasi Pendidikan Keluarga tidak hanya memberikan penghargaan kepada orang tua hebat, yang menampilkan figur orang tua atau keluarga, yang dinilai berhasil mendidik anak-anak. Tetapi juga menampilan Sekolah Sahabat Keluarga, yang menampilkan praktik baik pelibatan orang tua dalam penyelenggaraan pendidikan. Selain itu, juga pemberian penghargaan kepada pemenang lomba film atau video pendek tentang kiat keluarga dalam mendidik anak (dokumenter), dan video praktik baik yang bersifat info layanan masyarakat, serta pemenang lomba jurnalistik dan blog.

Penyelenggaraan Apresiasi Pendidikan Keluarga 2018 menghadirkan 83 penerima penghargaan, terdiri dari 10 keluarga hebat terpilih, 40 pemenang lomba jurnalistik dan blog, 12 pemenang lomba film atau video pendek, dan 21 sekolah sahabat keluarga mulai tingkat PAUD hingga SMA dan SMK.

Selain menerima penghargaan, para pemenang lomba dan nominasi juga diberikan berbagai bentuk edukasi pendidikan keluarga oleh pada motivator dan narasumber, sesuai dengan kategori penghargaan.

Lihat juga...