Jaga Ekosistem Sungai Singkawang, RUSEN Lepaskan 2000 Ikan

PONTIANAK  – Komunitas Sosial Ritual Untuk Singkawang Ekspresi Nusantara (RUSEN) Singkawang melakukan pembacaan dan penandatanganan kesepakatan bersama untuk menjaga sungai dan melepas 2000 ekor ikan ke Sungai Singkawang.

“Komunitas ini menggunakan nama RUSEN untuk mempertahankan kenangan tentang keberadaan sebuah penginapan yang bernama Rusen,” kata Ketua Komunitas RUSEN Singkawang, Abdul Rani di Singkawang, Senin.

Kegiatan ini juga memiliki nilai ritual. “Ritual juga bisa dijadikan sebagai tradisi dan sebagai upaya untuk mempertahankan tradisi,” ujarnya.

Dalam praktiknya, ritual juga bisa memperkuat hubungan sosial serta melahirkan kesadaran untuk mencintai alam.

RUSEN dibentuk untuk menumbuhkan semangat merawat lingkungan dan membangun kembali kohesi sosial yang dirasakan sudah mulai luntur di tengah kehidupan kota serta mengangkat beragam eksperesi nusantara yang mulai memudar.

Dalam kegiatan ini fokus pertama RUSEN adalah Sungai Singkawang yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Maka dari itu, Rusen berusaha menularkan kesadaran pada semua pihak untuk mencintai sungai dengan tidak mengotorinya.

“Jadi fokus kita bukan bersih-bersih sungai tetapi membuat sungai menjadi bersih, Rusen berusaha masuk ke dalam benak dan batin masyarakat lewat kegiatan yang dikemas dalam bentuk seni kejadian berdampak,” katanya.

Seni sebagai kejadian berdampak maksudnya adalah kejadian yang dihadirkan dalam kegiatan itu mengandung kesenian khususnya kesenian nusantara. “Disebut berdampak karena harus ada dampak positif yang diperjuangkan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu penggagas Komunitas Rusen Singkawang, Muhammad Hana Taufik, mengatakan, kegiatan seperti ini dilaksanakan karena ada keprihatinan atas kondisi Sungai Singkawang yang sudah semakin dangkal sekarang ini.

“Filosofi kami bukan sekedar bersih-bersih sungai, tapi Sungai Singkawang menjadi bersih. Jadi maknanya lebih luas lagi,” katanya.

Memaknai filosofi bersihnya Sungai Singkawang, tentu butuh edukasi atau memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak sembarangan membuang sampah termasuk di sungai.

“Ini bagian tahap awal kami dan kita akan bekerjasama dengan semua elemen masyarakat untuk menciptakan Singkawang bersih,” ujarnya.

Senada dengan penggagas Komunitas RUSEN lainnya, Tjong Njuk Song mengatakan, bahwa adanya komunitas ini sebagai bentuk keprihatinan Sungai Singkawang yang sudah mulai tercemar.

“Jadi ini sebagai bentuk keprihatinan kami terhadap Sungai Singkawang yang sudah tidak seperti dulu lagi, bahkan dulu kapal bisa masuk. Jadi niat awalnya mengajak menyelamatkan Sungai Singkawang agar tetap cantik dan bersih,” katanya.

Dengan cantik dan bersihnya Sungai Singkawang kelak, menurut Tjong Njuk Song, maka akan memberikan nilai tambah ekonomis bagi masyarakat.

“Jadi masyarakat bisa membuat keramba ikan atau untuk arena permainan seperti sampan atau perahu dayung serta permainan air lainnya,” ujarnya.

Asisten Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Singkawang yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PU Perumahan, Pemukiman dan Pertananan Kota Singkawang, Agus Prayitno mengatakan, gerakan Sungai Singkawang Bersih harus didukung.

“Memang harus kita dukung,” katanya. Bila perlu, katanya, taglinenya tidak hanya “suke lalu tapi bile agek”, tapi “bile agek nak benahi Sungai Singkawang”.

“Ini tidak hanya menjadi tugas salah satu instansi saja tapi merupakan tugas bersama. Setelah bersih kita jual wisatanya untuk ikon wisata, maka dari itu kita harus punya perencanaan besar dan master plane,” katanya. (Ant)

Lihat juga...