Imunisasi MR Capai 95 Persen, Dinkes Sikka Dapat Penghargaan

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sikka, mendapat penghargaan dari Kementrian Kesehatan RI, atas pencapaian imunisasi campak dan rubella (MR) yang mencapai angka 95 persen.
“Sejak mulai dilaksanakan bulan Agustus sampai September 2018, sudah dilakukan imunisasi sebanyak 95 persen, sehingga kami mendapat penghargaan dari Menteri Kesehatan pada 15 Oktober kemarin, di Papua,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadinda Sada Nenu, MPH., Jumat (19/10/2018).
Menurut Maria, dari total anak yang mendapatkan imunisasi campak dan rubella di kabupaten Sikka sebanyak 92.542 orang, dinas kesehatan telah melakukan imuniasi kepada 87.914 anak yang tersebar di 21 kecamatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH., -Foto: Ebed de Rosary
“Ada 53 bupati dan wali kota di Indonesia yang diberi penghargaan oleh menteri kesehatan, karena pencapaian kampanye imunisasi campak rubella (MR) sebesar 95   persen lebih, hingga 30 September 2018,” ungkapnya.
Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan imunisasi campak rubella MR di Sikka, demi generasi Sikka yang sehat dan terbebas dari penyakit campak dan rubella.
“Penghargaan ini  merupakan  kerja keras, cerdas, tuntas dan iklas dari semua  komponen masyarakat di Sikka. Saya juga berterima aksih kepada pihak sekolah dan puskesmas yang telah menyukseskan program ini,” tuturnya.
Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, drg. Harlin Hutauruk, menyebutkan, pencapaian terendah berada di Puskesmas Teluk yang melayani masyarakat di kepulauan, baik Pemana, Suku, Kojagete, Kojadoi dan Parumaan.
“Banyak orang tua murid yang beragama Islam tidak mau anaknya diberikan imunisasi campak dan rubella, karena mengikuti fatwa  dari MUI yang mengatakan tidak wajib,” sebutnya.
Namun, pihaknya memaklumi hal ini setelah berkonsultasi dengan ketua MUI Kabupaten Sikka, yang juga telah memberitahukan kepada umat Muslim di Sikka terkait fatwa yang dikeluarkan MUI tersebut.
“Tapi memang tidak ada larangan, sehingga ada orang tua yang merelakan anaknya diberikan imunisasi campak dan rubella. Kami berterima kasih kepada MUI Sikka yang juga telah memberikan pemahaman kepada masyarakat dan semua tergantung pilihan dari orang tua anak,” tuturnya.
Harlin menambahkan, masih ada beberapa sekolah seperti di Beru, Nangahale, Waioti, Perumnas dan Wolomarang yang orang tua muridnya belum bersedia anaknya diimunisasi.
“Tentunya dengan keadaan ini, maka pemberian imunisasi bisa terkendala dan tidak mencapai target 100 persen, namun petugas kami telah bekerja maksimal dengan menyasar semua anak yang ada di kabupaten Sikka,” ungkapnya.
Lihat juga...