IMF Desak Penyelesaian Sengketa Perdagangan

Ilustrasi/Foto: IMF.org

WASHINGTON – Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde, mendesak negara-negara di seluruh dunia, melakukan upaya-upaya deeskalasi, dan menyelesaikan sengketa perdagangan yang terjadi saat ini.

Sengketa perdagangan yang terjadi, disebut-sebut menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi global. “Pada Juli, kami memproyeksikan pertumbuhan global 3,9 persen untuk 2018 dan 2019. Prospeknya sejak itu menjadi kurang cerah, ketika Anda akan melihat dari perkiraan terbaru kami minggu depan,” kata Lagarde dalam pidato di Washington menjelang pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali, Indonesia, pekan depan, Selasa (2/10/2018).

Menurut Dia, masalah utamanya adalah retorika itu berubah menjadi realitas baru dan menghambatan perdagangan. “Ini tidak hanya merugikan perdagangan itu sendiri, tetapi juga investasi dan manufaktur, karena ketidakpastian terus meningkat,” tandasnya.

Ketua IMF memperingatkan, sengketa perdagangan yang terjadi saat ini, dapat mengirimkan guncangan kepada berbagai negara berkembang, dan ekonomi yang lebih luas, jika sengketa yang terjadi terus meningkat. “Pesan utama saya hari ini adalah, kita perlu mengelola risiko-risiko, meningkatkan reformasi, dan memodernisasi sistem multilateral,” kata Lagarde.

IMF mendesak, negara-negara untuk bekerja sama membangun sistem perdagangan global yang lebih kuat, lebih adil, dan sesuai untuk masa depan. “Taruhannya tinggi, karena rekah rantai nilai global bisa memiliki efek yang merusak di banyak negara, termasuk ekonomi negara-negara maju,” tandasnya.

Kondisi tersebut juga bisa menggagalkan perekonomian di negara-negara berkembang dan berpenghasilan rendah, untuk bisa mencapai potensi penuh mereka. Lagarde mendorong, negara-negara untuk menggunakan perjanjian perdagangan yang fleksibel, guna membuka potensi penuh dari e-commerce dan jasa-jasa tradeable lainnya, seperti teknik, komunikasi, dan transportasi.

“Analisis terbaru kami menunjukkan bahwa dengan mengurangi biaya perdagangan untuk jasa-jasa sebesar 15 persen, kita dapat meningkatkan total PDB negara-negara G20 sebesar lebih dari 350 miliar dolar AS tahun ini. Ini adalah jenis keuntungan yang dapat dicapai – jika kita bekerja sama, jika kita fokus pada menciptakan sistem perdagangan global yang lebih baik,” pungkas Lagarde. (Ant)