Hindari Degradasi, PSIS Siapkan Strategi Khusus

Editor: Mahadeva WS

MAGELANG – PSIS Semarang perlahan mulai bangkit untuk keluar dari zona degradasi Liga 1. Sebelumnya, saat kompetisi diliburkan selama penyelenggaraan Asian Games 2018, PSIS masih berkutat di zona merah.

Namun perolehan poin di laga-laga berikutnya, mampu mendongkrak posisi Mahesa Jenar. Diawali dengan kemenangan 3-2 di kandang PSMS Medan. Pelatih Jafri Sastra, mengungkapkan, kemenangan itu, tak sekadar mendapatkan tiga poin di laga tandang. Menurutnya, kemenangan tersebut membangkitkan mental pemain. Kepercayaan diri semakin meningkat.

“Hal yang penting untuk diperbaiki adalah mental bertanding pemain. Harus diakui kepercayaan diri pemain menurun, karena tim cukup lama berada di zona degradasi. Namun ini bukan berarti kami mengabaikan teknik dan taktik tim,” kata Jafri, Sabtu (20/10/2018).

Usai meraih kemenangan atas PSMS, PSIS kembali mengalami kekalahan di laga tandang berikutnya. Hanya Jafri tak mempersoalkan, karena kalah 0-1 diperoleh dari Persija Jakarta, yang memang sedang on fire.  Eks pelatih Persis Solo ini tak kecewa karena PSIS hanya kalah tipis di laga tersebut.

Setelah hasil mengecewakan itu, PSIS langsung melesat. Mereka tak terkalahkan di empat laga terakhir. Termasuk saat menang tipis 1-0 atas tuan rumah PS Tira di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (17/10/2018) lalu. Kemenangan itu mengukuhkan posisi PSIS di papan tengah klasemen sementara. Kini, PSIS bertengger di peringkat 10 dengan 33 poin. Keberhasilan menghindari zona degradasi tidak terlepas dengan permainan efektif dan efisien, yang diterapkan pelatih Jafri.

Saat tim sudah unggul, Jafri langsung menerapkan permainan defensif. Kemenangan 1-0, sudah cukup mengamankan tiga poin. Lebih baik menjaga keunggulan, ketimbang tetap bermain menyerang, tetapi kemudian malah kebobolan. Terbukti, compact defence yang diterapkan PSIS, membuat pemain PS Tira frustrasi. “Saat sudah unggul satu gol, yang terutama adalah bagaimana mempertahankannya. Kami memainkan strategi itu bila sudah unggul,” tandasnya.

Di laga berikutnya, Selasa (23/10/2018), PSIS bertindak sebagai tuan rumah, menjamu Sriwijaya FC. Peluang besar kembali meraih tiga poin bagi PSIS, karena performa SFC yang kian menukik. Sejak ditinggalkan pelatih Rahmad Darmawan, kondisi SFC memang terus menurun. Di lima pertandingan sebelumnya, SFC hanya meraih empat poin. Bahkan di kandang sendiri, mereka dihajar PSMS 0-3.

Lihat juga...