Pekan Batik Pekalongan Ditarget Transaksi Rp8 Miliar

Batik - Dokumentasi CDN

PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan, Jateng, menargetkan nilai transaksi Pekan Batik Nusantara (PBN) 2018, mampu mencapai Rp8 miliar, atau naik Rp2 miliar dibandingkan transaksi pada penyelenggaraan di 2017 yang hanya sebesar Rp6 miliar.

Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfudz mengharapkan, PBN 2018, mampu mencapai target Rp8 miliar, bahkan diharapkan transaksinya bisa mencapai Rp10 miliar. “Semoga nilai transaksi pada kegiatan PBN 2018 sebesar Rp8 miliar hingga Rp10 miliar dapat tercapai karena pada kegiatan ini akan lebih semarak dibanding tahun sebelumnya,” katanya, Sabtu (20/10/2018).

Di PBN kali ini, pemkot telah menyediakan 129 stan, yang terdiri atas kementerian, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota dari luar Jawa, BUMN, BUMD, perbankan, serta 40 stan UKM batik.

Selain itu, di kegiatan PBN 2018, akan dihadiri oleh rombongan tamu negara asing, seperti Ukraina, Mesir, Peru, Swiss, dan Jepang, serta Woman’s International Club, yang berasal dari tiga negara. “Nantinya, kami akan pertemukan pelaku usaha batik dengan para pembeli nasional dan internasional, mitra usaha, serta stakeholder BUMN, BUMD, lembaga keuangan, lembaga pemerintah, swasta, dan asosiasi pengusaha,” tandasnya.

PBN 2018, selain sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat, juga sekaligus sebagai ajang untuk mempromosikan batik ke mancanegara, serta meningkatkan pemasaran batik secara global. Pada ajang PBN 2018, juga diselenggarakan Pameran Rumah Kreatif Batik Pekalongan, yang akan memamerkan batik-batik warisan seniman batik legendaris seperti, Oey Soe Tjoen dan Liem Ping Wie, serta akan ditampilkan batik legendaris karya Sapuan, serta batik berumur 100 tahun. (Ant)

Lihat juga...