Ekonomi Kreatif, Balikpapan Gali Potensi Pengembangan Aplikasi dan Game

Editor: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Pengembangan ekonomi kreatif sejak empat tahun terakhir di Kota Balikpapan terus digali oleh Pemerintah Kota dari 16 subsektor yang ada. Bahkan pada peringatan Hari Ulang Tahun Kota Balikpapan tahun 2019 nanti, tema yang diangkat fokus pada ekonomi kreatif.

Dari 16 subsektor ekonomi kreatif tersebut, Balikpapan menggali potensi aplikasi dan game untuk diunggulkan guna mendorong kriya yaitu kerajinan dan kuliner untuk unggul sebagai kota kreatif di Kalimantan Timur dan Balikpapan, khususnya guna menunjang Smart City.

“Aplikasi dan game potensi untuk diunggulkan di kota Balikpapan. Selain itu support kriya kerajinan dan kuliner untuk unggul sebagai kota kreatif di Kaltim dan Balikpapan agar menunjang smart city. Kita lihat anak muda sudah mulai bermunculan di iklan, film dan musik,” ucap Doortje Marpaung, selaku Kepala Dinas UMKM, Koperasi dan Perindustrian Kota Balikpapan, Selasa (30/10/2018).

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas UMKM, Koperasi dan Perindustrian, pelaku ekonomi kreatif di kota bertajuk Madinatul Iman ini sebanyak 300 pelaku usaha dengan berbagai subsektor. Mayoritas pelaku usaha kriya dan kuliner.

“Data dari ketua, pelakunya sekitar 300-an, karena nanti kita akan lakukan pendataan lagi dengan melihat by name by address. Jadi ekonomi kreatif harus sinergi dengan semua stake holder seperti akademisi, media, pelaku wisata, pebisnis, pemerintah untuk bersama-sama bergerak,” terangnya.

Menurut Doortje, upaya yang dilakukan pemerintah kota saat ini adalah mengarahkan semua Organisasi Perangkat Daerah pada pengembangan ekonomi kreatif.

“Misal pada OPD Tenaga Kerja menciptakan usaha baru seperti ada start up dan itu sudah menciptakan ekonomi kreatif. Film kita juga sudah ada yang go internasional, termasuk kerajinan. Kuliner juga sudah mulai mengarah go internasional,” sebut Doortje yang pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Balikpapan.

Disebutkan Doortje pula, bahwa jumlah pelaku UMKM di Balikpapan mencapai 2.846. “Dari jumlah itu ada yang sudah bergerak pada ekonomi kreatif. Memang tidak semua daerah harus ada 16 subsektor, tapi minimal harus ada dari 16 subsektor itu,” gebunya.

Untuk menunjang pengembangan ekonomi kreatif tersebut, pemerintah kota menganggarkan Rp300 juta tahun 2018. “Diperkirakan tahun 2019 akan naik sekitar Rp300-500 juta,” tandasnya.

Dia berharap, ada subsektor ekonomi kreatif yang bisa menjadi unggulan kota Balikpapan.

“Tidak harus semua subsektor tapi beberapa dari bidang ekonomi kreatif menjadi unggulan kota kita,” tutup Doortje Marpaung.

Lihat juga...