Dua Warga Venezuela Tewas Saat Berupaya ke Aruba
KARAKAS – Dua orang Venezuela, yang berusaha mencapai pulau Aruba di Karibia, tewas, kata pihak berwenang pada akhir pekan.
Kejadian itu menyoroti jalur semakin berbahaya bagi pengungsi yang lari dari kemelut ekonomi di anggota OPEC itu.
Warga Venezuela secara berkala melakukan perjalanan ke Aruba, yang lebih makmur, mencari pekerjaan atau bahan pokok, yang tidak tersedia di bawah pemerintahan sosialis Presiden Nicolas Maduro.
Yang tidak diizinkan masuk ke Aruba sering datang dengan perahu reyot di bawah lindungan kegelapan.
Pemerintah Aruba menyatakan, kedua orang itu tidak berdokumen dan tiga warga Venezuela ditahan dalam kaitan perkara tersebut.
“Dua orang kehilangan nyawa dalam pencarian kehidupan lebih baik,” kata Perdana Menteri Aruba Evelyn Wever Croes kepada wartawan dengan menambahkan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki perkara tersebut.
Kementerian Penerangan dan Kementerian Dalam Negeri Venezuela tidak menanggapi permintaan akan keterangan.
Dalam kejadian serupa pada Januari, empat orang Venezuela, yang mencoba mencapai pulau Antilla Belanda di Curacao, tewas akibat kapal mereka pecah.
Sejumlah 1,9 juta orang Venezuela merantau sejak 2015, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa. Jika digabungkan dengan yang mendahului mereka, 2,6 juta orang diyakini sudah pergi.
Sesudah diberikan penundaan berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk mendapatkan paspor dari birokrasi yang runtuh, banyak warga Venezuela merantau tanpa paspor, membuat mereka menyeberangi perbatasan secara gelap dan terkadang berbahaya. (Ant)