DKI Kirim Tim Psikososial ke NTB dan Sulteng
Editor: Mahadeva WS
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melepas Tim Psikososial, untuk membantu pemulihan psikologis korban bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, serta Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Pelepasan dilakukan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2018) malam.
Anies menyebut, kondisi pascabencana di Lombok, masyarakat menghadapi tantangan untuk segera dipulihkan secara psikologis. “Perhatian saat bencana semua datang berbondong-bondong, bencana kini makin mudah difoto dan makin mudah dijelaskan ke dunia. Sementara dampak yang dirasakan tak pernah bisa difoto. Dampak psikososial nggak terlihat,” kata Anies.
Karena itu, para relawan yang dikirim, sebisa mungkin menjalankan tugas dengan baik. Tim psikososial harus bisa bertahan menghadapi tantangan saat berada di lokasi bencana. “Saya berharap agar titipan amanat atas nama rakyat Jakarta supaya dijaga baik-baik. Kami titipkan nama baik ibu kota di pundak kalian,” tandasnya.
Anies menyebut, keberangkatan tim psikososial untuk membantu korban bencana di Lombok, menunjukkan wujud kepedulian Jakarta kepada daerah lain di Indonesia. Jakarta disebutnya, diberikan kekuatan fiskal, kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga bisa mengambil tanggung jawab lebih dari kota yang lain. “Jadi ini adalah tanggung jawab moril, tanggung jawab konstitusional,” ungkapnya.
Ketua HIMPSI DKI Jakarta, Widura Imam Mustopo, mengatakan, tersadat dua kegiatan utama yang akan dilakukan di lokasi bencana. Tim akan berusaha melatih para calon pelatih (Training For Trainer/ TFT) di Lombok untuk melaksanakan pertolongan pertama, yang berkaitan dengan psikologis. Kemudian tim juga akan melakukan pendampingan psikososial. “Fasenya sudah melewati tanggap darurat. Karena itu, kita melakukan rehabilitasi dan recovery,” jelasnya.
Perwakilan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Tri Indrawan, menyebut, pelaksanaan pengiriman Tim Psikososial, merupakan tindak lanjut hasil audiensi tim HIMPSI dengan Gubernur DKI Jakarta pada 9 Oktober 2018. Pengiriman bertujuan untuk membantu memulihkan kondisi trauma akibat bencana, terutama bagi anak-anak, dan pelatihan TFT bagi para Bapak dan Ibu di Lombok.
Tim psikososial tersebut merupakan, gabungan dari Pemprov DKI bersama Himpunan Psikolog DKI Jaya. Terdiri dari 17 aparatur Pemprov DKI, berasal dari unsur BPBD Provinsi DKI Jakarta, Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, BPSDM Provinsi DKI Jakarta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, pendamping dari Setda serta BAZIS DKI Jakarta dan lima orang dari anggota HIMPSI. Rencananya mereka akan bertugas selama 10 hari mulai 25 Oktober hingga 3 November 2018.