Cegah Kanker Serviks, 6.762 Siswi di Denpasar Divaksinasi
Editor: Satmoko Budi Santoso
DENPASAR – Kanker serviks menjadi salah satu penyakit mematikan yang dialami kaum perempuan.
Dalam melakukan penanggulangan dan memberikan perlindungan sejak dini kanker serviks, Pemkot Denpasar kembali menggelar pencanangan Vaksinasi Kanker Serviks Berkelanjutan, yang dipusatkan di SDN 4 Ubung Denpasar, Jumat (19/10/2018).
Vaksinasi gratis Kanker Serviks massal berkelanjutan, tahun ini menyasar 6.762 siswi kelas lima SD Negeri dan Swasta Se-Kota Denpasar.
Menurut Selly Mantra, vaksinasi kanker serviks rutin diadakan setiap tahun berawal di saat melihat wanita terserang kanker serviks. Kanker tersebut merupakan salah satu pembunuh wanita terbesar, sehingga Pemkot bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Denpasar melakukan vaksinasi secara berkelanjutan.
“Saya berharap dengan adanya vaksinasi ini masyarakat lebih bisa menghargai kesehatan sejak dini, melalui pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan yang sehat,” ujar Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Denpasar, Selly Mantra.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini mengatakan, kegiatan vaksinasi kanker serviks massal ini sangat tepat diberikan sedini mungkin kepada siswi kelas 5 SD. Sektor pendidikan merupakan tempat strategis dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan kanker serviks kepada remaja.
“Untuk itu Pemkot Denpasar berkomitmen mewujudkan Bali bebas kanker serviks tahun 2020 khususnya di Kota Denpasar,” kata Sri Armini.
Lebih lanjut menurut Sri Armini langkah ini sebagai upaya menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks. Selain melaksanakan vaksinasi massal secara gratis, Pemkot Denpasar juga melaksanakan MoU dengan persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) cabang Denpasar.
Pelaksanaan vaksinasi kanker serviks ini sudah memasuki tahun ke-6 di kota denpasar, dengan jumlah sasaran sampai tahun 2018 ini mencapai 21.433 siswi. Terhitung dari tahun 2013 sasaran 2.843 siswi, tahun 2014 sasaran 2.770 siswi, tahun 2015 sasaran sebanyak 2.464 siswi, tahun 2016 sasaran sebanyak 2.134 siswi, tahun 2017 sebanyak 4.460 siswi.
“Tahun sebelumnya menyasar siswi kelas satu SMP negeri maupun swasta,” pungkasnya.