BWS V Tangani Abrasi Pantai di Padang Pariaman

Editor: Koko Triarko

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat bersama Balai Wilayah Sungai Sumatra V, meninjau pemukiman nelayan yang terkena abrasi sejak Kamis, pekan lalu. Daerah itu berada di dua titik di pesisir Kabupaten Padang Pariaman, yakni di Manggopoh Palak Gadang Ulakan dan Pasir Baru Sungai Limau. 
Di Ulakan, abrasi dan hujan deras menyebabkan kerusakan pada 24 rumah warga dan menyebabkan lebih kurang 90 keluarga mengungsi ke kediaman keluarga atau mencari kontrakan sementara.
“Kejadiannya Kamis, lalu. Ini dipengaruhi juga oleh cuaca dan hujan lebat belakangan. Ada 24 KK yang kena,” kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, di Ulakan, Selasa (16/10/2018).
Saat peninjauan, terlihat tim BWS Sumatra V menggunakan eskavator tengah menumpuk 200 geobag sebagai langkah tanggap darurat.
Yuliarti, warga yang rumahnya terdampak abarasi berharap kepada Gubernur, agar pemerintah daerah segera memberi bantuan baginya dan warga lain yang terdampak.
Menanggapi hal itu, Gubernur menyebutkan, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Padang Pariaman akan segera memberi bantuan. Gubernur juga meminta Yuliarti dan warga lainnya untuk bersabar. “Karena nantinya abrasi itu akan segera kita proses,” ujarnya.
Senada, Kepala BWS V, Maryadi Utama, juga mengatakan, pihaknya telah memasukkannya ke dalam program balai.
Sementara terkait abrasi di Pasir Baru Sungai Limau, menyebabkan kerusakan pada empat rumah warga dan 15 pondok nelayan setempat. Masyarakat khawatir jika tidak segera ditangani, kurang lebih 200 bangunan yang berada 20 meter dari garis pantai, terancam.
Ia menambahkan, empat KK yang rumahnya rusak, sementara telah diungsikan ke tempat keluarga masing-masing yang lebih aman.
Saat sampai ke lokasi, Gubernur mengarahkan jajarannya agar segera mengambil langkah yang diperlukan, untuk mencegah abrasi yang dapat menyebabkan kerusakan lebih parah.
Menanggapi hal ini, Maryadi menyebutkan, sebagai langkah antisipasi awal, pihaknya akan segera menurunkan 50 geobag di Pasir Baru. “Geobag akan kami siapkan. Tadi, kami siapkan 200 (Ulakan). Kami akan turunkan 50 untuk penanganan darurat sementara di sini,” paparnya.
Di kesempatan yang sama, menyinggung sejumlah bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah di Sumatra Barat, Gubernur mengungkapkan, bahwa secara umum telah ditangani dengan baik.
Gubernur juga telah berkoordinasi dan meninjau langsung serta telah meminta Bupati/Wali Kota daerah bersangkutan, untuk melakukan semua usaha yang dianggap perlu untuk keselamatan warga.
“Saya juga sudah minta, agar kepala daerah melalui SKPD terkait segera melaporkan secara rinci kondisi terakhir di masing-masing daerah, agar nantinya Pemprov bisa memberikan bantuan sesegera mungkin. Mulai dari jumlah korban tewas dan hilang, luka berat, rumah rusak, lahan pertanian, dan lain-lain,” pungkasnya.
Lihat juga...