BAUBAU – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas 1 Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, meraih predikat prima utama pada penilaian pelayanan publik sektor transportasi dari Kementerian Perhubungan 2018.
Kepala Kantor UPP Kelas 1 Baubau, Subagiyo, mengatakan, penetapan meraih predikat prima utama yang diserahkan pada Hari Perhubungan Nasional 17 September 2018 itu, setelah melalui proses penilaian dari tim beberapa institusi, baik eksternal dan internal.
“Jadi, penilaian ini dilaksanakan selama dua tahun, tapi efektif penilaian gencar dilaksanakan pada awal tahun ini. Mereka menilai mulai dari standar pelayanan, inovasi pelayanan, serta kepuasaan dan keluhan pelanggan/pengguna jasa melalui media yang ada di sistem atau pusat informasi kita secara online,” ujarnya, Jumat (21/9/2018).
Ia menjelaskan, tim penilai dari eksternal, di antaranya ombudsman, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Kemenpan-RB, dan dari Kantor Staf Presiden. Sedangkan, internal dari Kementrian Perhubungan khususnya pada Sekretariat Jenderal bagian unit pusat pelayanan transportasi berkelanjutan.
“Pada 13 September yang turun menilai dari staf presiden. Mereka mengapresiasi surat edaran KUPP Baubau, tentang kebersamaan peningkatan keselamatan pelayanan yang menentukan titik-titik koordinat kapal berlindung saat kondisi cuaca ekstrem, sehingga itu dianggap sebagai inovasi pelayanan,” katanya.
Dalam predikat pelayanan prima utama, hasil penilaian pelayanan publik sektor transportasi tersebut, kata Subagiyo, terdiri atas tiga klaster, yakni prima pratama, prima madya, dan prima utama, yang masing-masing memiliki penilaian yang berbeda-beda.
“Saya bersyukur, karena tidak menyangka akan meraih kategori tertinggi itu, padahal waktu tim penilai datang, saya sampaikan silahkan dinilai apa adanya, karena kalau untuk membenahi atau dibuat-buat, saya tidak mau,” katanya.
Menurutnya, meskipun sebuah prestasi yang diraih cukup berat mempertahankan, namun capaian predikat tertinggi tersebut menjadi motivasi dalam meningkatkan pelayanan sekaligus mempertahankan.
Dikatakannya pula, UPP Baubau telah ditunjuk Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut sebagai salah satu dari tiga pelabuhan menjadi pilot projek dalam sistem pelayanan secara online.
“Saya melalui media ini, bersyukur, bahwa Baubau nantinya akan dibikin steril seperti bandara. Artinya, penumpang yang tidak ada tiket tidak bisa masuk, karena yang akan mengendalikan sistem secara online,” ujarnya. (Ant)