BIAK – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua pada 2018 menjadikan empat kampung di kepulauan distrik Padaido dan distrik Aimando, sebagai sentra pengembangan budi daya rumput laut terbesar di wilayah Timur Indonesia.
“Empat kampung yang tengah masuk dalam sentra pengembangan budi daya rumput laut, yakni kampung Pasi, Inarusdi, Bababruk dan Meosmangguandi,” ungkap Kepala Dinas Perikanan Biak, Effendi Igrissa, di Biak, Selasa (11/9/2018).
Ia mengatakan, jenis rumput laut yang akan dibudidayakan di daerah kepulauan Padaido/Aimando jenis terbaik E.cottonii, berasal dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon.
“Untuk area penanaman sentra pengembangan budi daya rumput laut di kepulauan Padaido/Aimando telah disiapkan sekitar 100 hektare,” ungkap Kadis Perikanan Effendi.
Dia mengatakan, setiap kelompok masyarakat yang mengembangkan budi daya rumput laut diberikan pelatihan teknis menanam rumput laut, memperoleh bantuan bibit serta tenaga pendamping lapangan.
Untuk mendampingi program sentra budi daya rumput laut di wilayah kepulauan Padaido/Aimando, menurutnya, saat ini telah ada dua lembaga nonpemerintah yang menawarkan kerja sama dengan dinas perikanan Biak, yakni LSM Yayasan Rumsram dan Yayasan Budha Tzu Chi.
“Dinas Perikanan Biak menyambut positif keinginan dua lembaga nonpemerintah yang akan menjalin kerja sama untuk mendampingi program budi daya rumput laut,” ungkap Effendi.
Effendi berharap, sentra pengembangan budi daya rumput laut yang dikembangkan melibatkan masyarakat asli orang Papua, dapat berhasil karena sudah langsung dibeli perusahaan dari Jakarta.
Berdasarkan data Dinas Perikanan Biak Numfor, pengembangan sentra budi daya rumput laut di kepulauan Padaido/Aimando akan melibatkan 10 kelompok masyarakat asli orang Papua, yang sudah diberikan pelatihan keterampilan dan pendampingan teknis oleh dinas perikanan. (Ant)