Pemkab Bantu Pasarkan Produk UMKM Kulon Progo

Ilustrasi - Aktivitas UMKM -Dok: CDN
YOGYAKARTA – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Kulon Progo, mendampingi pelaku UMKM dalam memasarkan produknya.
“Kami membantu dan mendampingi pelaku UMKM memasarkan produk melalui toko milik rakyat (Tomira), dan pemasaran online,” kata Kasi Pengembangan dan Permodalan Diskop-UKM Kulon Progo, Hasnanto, di Kulon Progo, Selasa (18/9/2018).
Ia mengatakan, kendala utama produk UMKM, yakni pemasaran, baik secara tradisional atau online. Kendala pemasaran tradisional. yakni pangsa pasar produk, sehingga Diskop-UKM membantu mereka menjual produknya di Tomira melalui koperasi yang ditunjuk.
Kendala pemasaran selanjutnya, pemasaran secara online. Pelaku UMKM di Kulon Progo berusia di atas 50 tahun yang gagap teknologi. Diskop-UKM memberikan bimbingan teknis penggunaan media sosial untuk memasarkan produk mereka.
“Pemkab Kulon Progo sendiri telah membuat laman online untuk memasarkan produk lokal melalui belabeliku.com. Saat ini, 15 UMKM yang memasarkan produk di laman tersebut,” katanya.
Hasnanto mengatakan, pihaknya juga membantu pelaku UMKM mendapatkan perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) produk. Untuk permodalan, pihaknya mendorong pelaku UMKM mengurus izin usaha mikro kecil (IUMK) yang bisa menjadi agunan di perbankan.
“Kami berusaha pelaku UMKM dapat mengakses modal mudah dan produknya dapat jaminan mutu,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, mengatakan cukup sulit bagi produk di daerah ini untuk go online tanpa kerja keras.
“Hal itu menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi dalam mengubah mindset masyarakat usaha dari sistem konvensional menjadi go online,” kata Hasto.
Ia mengatakan, belabeliku.com diharapkan bisa mendongkrak upaya perubahan pola pikir masyarakat tersebut dalam memasarkan produk.
“Belabeliku.com ini mengajak move on dan memaksa masyarakat untuk mengubah mindset-nya menjadi go online. Saya kasih target, agar minimal ada 100 member (UMKM) yang masuk ke situ,” kata Hasto.
Terkait kecukupan produksi dari UMKM untuk memenuhi permintaan pasar, diakuinya saat ini memang masih banyak yang belum cukup tinggi produksinya.
Namun, ia meyakini marketplace itu akan membuat omzet mereka semakin meninggi. Bahkan, ada beberapa UMKM dengan potensi bagus yang keteteran melayani pesanan.
Hal itu menurutnya tak menjadi masalah, karena nantinya mereka mau tak mau memang harus meningkatkan kuantitas produksinya.
“Kalau banyak yang beli, mungkin kita akan tertatih-tatih. Tapi itu lebih baik dibanding barangnya tidak laku. Sengsara melayani order jauh lebih baik dibanding sengsara menawarkan barang,” kata Hasto. (Ant)
Lihat juga...