Pariwisata dan Ekspor di Papua Barat Perlu Digenjot

BI, ilustrasi -Dok: CDN

MANOKWARI — Bank Indonesia mendorong optimalisasi pengelolaan sektor pariwisata dan kegiatan ekspor di Papua Barat untuk meningkatkan devisa nasional.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua Barat, Donny Heatubun, mengatakan pariwisata terbukti sebagai sektor potensial penyumbang devisa negara, begitu pula kegiatan pengiriman barang ke luar negeri.

Menurutnya, hal ini sebagai upaya pemerintah menyikapi kondisi ekonomi global yang sangat dinamis yang berimbas pada lemahnya nilai tukar rupiah.

“Selain itu BI juga mendorong penundaan proyek-proyek yang menggunakan mata uang asing. Beberapa waktu lalu wakil presiden dalam pidatonya mengimbau agar kita menunda belanja luar negeri termasuk berwisata ke luar negeri,” kata Donny di Manokwari, Jumat (7/9/2018).

Terkait pariwisata, kata dia, Papua Barat dinilai sebagai daerah yang memiliki potensi cukup besar. Selain Raja Ampat, daerah lain seperti Kaimana, Teluk Wondama dan Pegunungan Arfak patut menjadi perhatian serius.

“Di Papua Barat pariwisata memang sudah bagus, tanpa dipoles dibangun segala macam memang sudah bagus. Yang perlu diperhatikan adalah infrastrukturnya, aksesibilitasnya harus dibangun agar pengunjung mudah dan nyaman,” kata dia lagi.

Sementara terkait ekspor, kata Donny, Papua Barat ke depan dinilai memegang peranan penting. Kekayaan sumber daya alam yang melimpah membuat daerah ini mampu memperoleh tempat di perdagangan antarnegara.

Selain sumber daya mineral, lanjutnya, Papua Barat diharapkan mampu mengoptimalkan komoditas perikanan, perkebunan dan pertanian. Sektor ini dinilai memiliki peran penting untuk mendorong perekonomian masyarakat.

“Seperti pala di Fakfak, juga perikanan di seluruh daerah pesisir. Ini semua komoditas yang mampu menembus pasar ekspor,” katanya. (Ant)

Lihat juga...