LUBUKBASUNG – Unit Pelaksana Teknis Loka Alih Teknologi Penyehatan Danau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengadakan program prioritas nasional dalam upaya penyelamatan kualitas air di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.
“Program itu dipusatkan di Nagari Sungai Batang, dan sudah jalan sejak beberapa bulan lalu,” kata Kasubdit Uji Tetap Alih Teknologi Penyehatan Danau LIPI, Tri Suryono, di Lubukbasung, Minggu (30/9/2018.
Ia mengatakan, program prioritas nasional itu berupa teknologi aquaponik, dengan memanfaatkan tanaman yang bisa menyerap unsur hara di dasar danau vulkanik itu.
Lalu, teknologi lahan basah terapung dengan menanam melati air untuk mengurangi nutrien di dalam air. Selain itu, teknologi habitat buatan sesuai kondisi alam, teknologi rumpon untuk menyediakan areal pemijahan ikan dan lainnya.
“Program yang dilakukan itu untuk meningkatkan oksigen di dalam air danau tersebut,” katanya.
Program prioritas nasional ini dalam rangka mendukung gerakan “Save Maninjau” atau menyelamatkan danau tersebut dari pencemaran. Saat ini, kondisi air danau vulkanik itu dalam kondisi tercemar berat akibat pakan ikan, limbah rumah tangga dan lainnya. Dengan kondisi itu, oksigen hanya ditemukan dengan kedalaman 10 meter.
Akibatnya, ikan asli danau tersebut mulai punah atau tidak ditemukan di perairan Danau Maninjau, seperti gupareh, bada, asang dan lainnya. “Ikan ini hanya ditemukan di sungai yang mengaliri danau tersebut,” tegasnya.
Dengan program itu, pihaknya berharap kondisi air Danau Maninjau akan membaik, sehingga danau akan pulih dan ikan asli bisa berkembang biak kembali. (Ant)