Dishub Bogor, Bahas Besaran Tarif Angkot Modern

Ilustrasi angkot /Foto; Dokumentasi CDN.

BOGOR – Dinas Perhubungan Kota Bogor, Jawa Barat, mengkaji tarif angkutan kota (angkot) modern, yang akan dioperasionalkan pada akhir September 2018 ini. Masih dilakukan pembahasan tarif untuk moda transportasi tersebut.

“Tarif akan dibahas dulu, bicara tarif berdasarkan hasil rapat dari unsur pemerintah, Organda, dan pemilik angkutan,” kata Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bogor, Jimmy Hutapea, Selasa (11/9/2018).

Sebanyak 25 unit angkot modern telah disiapkan oleh Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (Kodjari), selaku badan hukum pemilik angkot, untuk mengisi Trans Pakuan Koridor (TPK) 4, yakni Ciawi-Ciparigi. Pengoperasian angkot modern ini, menunggu pengurusan izin trayek dari Dishub Kota Bogor, berupa terbitnya Kartu Pengawasan atau KP.

KP adalah,  linsensi bagi angkutan yang melayani satu trayek tertentu. Penyebutan angkot modern karena, keberadaan moda trasnportasi tersebut, berbeda dari angkot konvensional yang sudah ada sebelumnya. Baik dari jenis kendaraan, maupun daya tampungnya.

Angkot ini dilengkapi pendingin ruangan, televisi, jaringan internet gratis, dan pembayaran secara nontunai.Pihak Kodjari telah mengajukan besaran tarif Rp4.000 per penumpang. Tetapi nominal tersebut belum diputuskan. “Belum bisa ditetapkan besaran tarif, sebelum tahu hasil layanan seperti apa, karena ini kan menggunakan AC, pasti berbeda biaya operasionalnya,” kata Jimmy.

Kehadiran angkot modern tersebut, sejalan dengan program penataan transportasi di Kota Bogor. Melalui program rerouting dan konversi angkot. Angkot modern akan menggantikan keberadaan angkot konvensional, sesuai program konversi angkot yang berskema tiga angkot diganti dengan dua angkot modern.

Angkot modern akan mengisi rute yang dilalui angkot konvensional trayek 09 (Sukasari-Warung Jambu/Ciparigi), dan trayek 01 yang kini menjadi trayek 21 (Ciawi-Baranangsiang). Total ada 180 angkot konvensional yang beroperasi di dua trayek tersebut. Akan dilakukan penggantian secara bertahap, mengikuti kebutuhan 120 angkot modern. “Angkot modern akan beroperasi di jalur Trans Pakuan, berhenti tidak boleh sembarangan, harus di shelter yang ada,” pungkas Jimmy. (Ant)

Lihat juga...