Satelit Temukan Tiga Titik Panas di Aceh

Citra satelit BMKG - Dokumentasi CDN

BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Blag Bintang menyebut, hasil pantauan sensor modis menggunakan satelit, ditemukan tiga titik panas di wilayah Aceh.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang, Zakaria Ahmad mengatakan, ketiga titik panas terdeteksi oleh dua satelit, yakni Terra dan Aqua. Satu titik ada di Aceh yang berbatasan, dengan provinsi tetangga Sumatera Utara. “Pagi ini, terpantau tiga titik panas, terdapat di satu kecamatan yang sama, yakni Babul Rahmah di Kabupaten Aceh Tenggara,” katanya, Sabtu (25/8/2018).

Ketiga titik panas di Babul Rahmah, memiliki tingkat kepercayaan dengan persentase menunjukkan, dua titik mendekati patut di duga sebagai titik api. Sedangkan satu titik panas, sisanya diyakini sebagai titik api akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Seperti diketahui, Aceh Tenggara menjadi salah satu daerah di dataran tinggi di Aceh, yang wilayahnya berdampingan di sebelah Utara dengan Gayo Lues, Aceh, dan sebelah Timur dengan Karo, Sumatera Utara. Daerah tersebut merupakan wilayah pertanian, dan komoditas unggulan tanaman pangan jenis jagung. “Ada satu titik panas, dari total tiga titik menunjukkan tingkat kepercayaan 82 persen. Kita harapkan pihak terkait, bisa turun ke Babul Rahmah,” ungkap Zakaria.

Presiden Joko Widodo mengklaim, area kebakaran hutan dan lahan menurun signifikan, bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu karena adanya ketegasan untuk melindungi hutan dan lahan. “Ketegasan tersebut tidak akan bisa maksimal tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat,” kata Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraan dalam rangka hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung MPR/DPR/DPD.

Presiden menyampaikan terima kasih, dan penghargaan kepada aparat TNI/Polri, pemerinah daerah dan seluruh warga masyarakat, yang dengan penuh dedikasi mencegah dan melawan ancaman kebakaran hutan. “Dalam melakukan berbagai lompatan kemajuan, kita membutuhkan keberanian. Kita harus memiliki ketegasan untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi kepentingan rakyat Indonesia, termasuk ketegasan untuk melindungi hutan dan lahan kita,” tutur Presiden Jokowi. (Ant)

Lihat juga...