Revitalisasi Pasar Kramat Jati, Hidupkan Pasar Tradisional

Editor: Satmoko Budi Santoso

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Pasar Kramat Jati hasil revitalisasi di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Selasa (14/8/2018). Foto Lina Fitria

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, selesainya revitalisasi Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menarik minat konsumen kembali belanja di pasar  tradisional.

Menurutnya, kini masyarakat yang berbelanja di Pasar Kramat Jati lebih aman dan nyaman dengan fasilitas yang tidak kalah dengan pasar modern.

“Pasar-pasar tradisional, masih memiliki daya tarik bagi konsumen atau pelanggan, karena berada di tengah atau dekat pemukiman. Adanya tawar-menawar antara pembeli dan penjual, dan konsumen dapat mencari barang sesuai harga atau kebutuhannya. Kondisi pasar yang bersih, dilengkapi toilet yang berstandar tinggi, tentu memberikan kenyamanan bagi masyarakat serta pedagang di pasar,” ucap Anies di Pasar Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Selasa (14/8/2018).

Orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta ini juga mengapresiasi langkah PD Pasar Jaya untuk memperbaiki fasilitas sosial dan fasilitas umum.

“Saya ingin menggarisbawahi bahwa pasar tempat bertemu dan berinteraksi warga, bertransaksi secara ekonomi. Harus jadi ekosistem perekonomian yang sehat. Pasar harus efisien, efektif, dan yang tidak kalah penting masalah pungli dan kondisi pasar yang sehat secara fisik,” katanya.

Selain itu, dia meminta kepada masyarakat untuk menjaga kondisi Pasar Kramat Jati yang telah diperbaiki. Upaya revitalisasi agar bisa mengikuti perkembangan zaman.

“Saya berharap itu dijaga baik-baik. Saya ingin pedagang bisa mendapat kesejahteraan dengan baik, para pembeli pulang dengan puas. Tolong, miliki pasar ini seperti memiliki barang kita. Bila ada masalah jangan lepas tangan,” tambahnya.

Menurutnya, pasar ini memiliki nilai sejarah yang panjang, dan direvitalisasi agar tidak tertinggal zaman. Membuat para pedagang serta pembeli merasa nyaman.

“Semoga setelah direvitalisasi, semakin banyak masyarakat yang datang untuk berbelanja. Saya harap renovasi ini untuk menjemput zaman baru, sehingga Pasar Kramat Jati tidak tertinggal zaman,” tuturnya.

Diketahui, Pasar Kramat Jati sendiri mulai direvitalisasi sejak 2 Juli 2015 – 31 Mei 2018. Revitalisasi pasar cukup berat karena ada sejumlah fasilitas yang juga dilakukan penambahan. Tampilan pasar juga menggunakan Alumunium Composite Panel (ACP) sehingga terkesan lebih modern tampilannya.

Peremajaan mekanikal dan elektrikal juga dilakukan di pasar ini, yang meliputi fire hidrant, plumbing air bersih dan kotor dan juga penggantian kabel-kabel lama yang sudah tidak layak lagi.

Di dalam revitalisasi pasar tersebut dilakukan sejumlah perbaikan seperti penguatan pondasi connecting bridge, cor parkiran, penggantian plafon, pengecatan dan perbaikan saluran air. Selain perbaikan juga dilakukan pembangunan toilet berstandar A, pembangunan masjid, pembangunan pos keamanan dan perbaikan kantor pengelola (kantor pasar).

Untuk Pasar UPB Kramat Jati sendiri berdiri di lahan seluas 18.715 meter persegi, sedangkan bangunan dan sarana pendukung seluas 27.874 meter persegi. Sedangkan untuk tempat usahanya sendiri ada sebanyak 1800 TU yang terdiri dari 1.509 kios dan 291 los.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Perdagangan dan UMKM Irwandi, Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar, dan Dirut Pasar Jaya, Arief Nasrudin.

Lihat juga...