Realisasi Panen Jagung Petani Langkat Capai 10.362 Hektare
LANGKAT – Realisasi panen jagung, petani di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sudah mencapai 10.326 hektare. Panen tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan, dan swasembada jagung di daerah tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat Nasiruddin mengatakan, panen jagung terluas berada di Kecamatan Sei Bingei, Sirapit, Stabat, Padang Tualang, Hinai, Binjai dan Wampu. Lahan pertanian di daerah tersebut, setelah panen padi, langsung ditanami jagung.
Selain itu, lahan-lahan tidur yang belum dimamfaatkan oleh pihak swasta maupun perkebunan, dan berada di sekitar kelompok tani, dimanfaatkan untuk bertanam jagung. Upaya itu untuk memenuhi target tanam seluas 25.972 hektare.
Nasiruddin menjelaskan, instansinya terus melakukan pemberian benih jagung kepada petani. Hal itu menjadi upaya mendorong peningkatan produksi serta menambah luas tanam jagung. “Demi keberhasilan mempertahankan Langkat sebagai sentra jagung di Sumatera Utara,” tandasnya.
Nasiruddin yakin, semangat petani bertanam jagung tetap tinggi. Hal itu dikarenakan, harga jual jagung di pasar tradisional mencapai Rp3.000 per kilogram. Selain jagung, Dinas Pertanian juga mendorong penanaman berbagai tanaman holtikultura lainnya. Termasuk palawija dan sayuran, guna memenuhi kebutuhan pasar tradisional yang ada di daerah tersebut. Tanaman lainnya adalah, kedelai, dimana dari target tanam seluas 3.085 hektare sudah tertanam seluas 3.348 hektare atau mencapai 108,53 persen. “Kedelai saat ini sudah panen seluas 2.818 hektare,” ungkapnya.
Demikian juga untuk kacang tanah, saat ini sudah panen seluas 154 hektare, kacang hijau 400 hektare, ubi kayu 105 hektare, ubi jalar 63 hektare, cabai 269 hektare, kacang panjang 217 hektare, terong 157 hektare, tomat 15 hektare. (Ant)