Pertama Digelar, Upacara Kemerdekaan di Istano Basa Pagaruyung

Editor: Satmoko Budi Santoso

TANAH DATAR – Upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan yang ke-73 Republik Indonesia, di daerah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, digelar di halaman Istano Basa Pagaruyung.

Terlaksananya upacara bendera di halaman Istano Basa Pagaruyung, merupakan sejarah. Pelaksanaan upacara bendera Kemerdekaan Indonesia di daerah tertua di Sumatera Barat tersebut, baru pertama kali digelar, semenjak berdirinya Istano Basa Pagaruyung.

Upacara bendera yang dilaksanakan oleh sejumlah BUMN di Indonesia, pelajar, dan para Siswa Mengenal Nusantara ini, merupakan kegiatan inti BUMN Hadir untuk Negeri.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) (BGR) merupakan dua BUMN yang bertugas untuk menggelar pacara peringatan Kemerdekaan Indonesia di depan Istano Basa Pagaruyung, Batusangkar.

Inspektur Upacara, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan, alasan memilih lokasi Istano Basa Pagaruyung, karena Istano Basa Pagaruyung merupakan salah satu bagian dari sejarah di Indonesia.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah (tengah) bersama Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin (kiri) dan Direktur Utama PT. BGR/Foto: M. Noli Hendra

Untuk itu, bertepatan dengan memperingati hari Kemerdekaan Indonesia, diharapkan masyarakat tidak melupakan sejarah.

“Tempat ini merupakan tempat bersejarah. Bersejarah tentang adat istiadat bagi orang Minangkabau dan juga Indonesia. Hal inilah yang BUMN hadirkan kepada para pelajar, karena hari ini harinya Kemerdekaan Indonesia,” ujarnya, di Batusangkar, Jumat (17/8/2018).

Selain itu, dengan diselenggarakannya Upacara Bendera di halaman Istano Basa Pagaruyung, juga mempromosikan Istano Basa Pagaruyung yang juga merupakan salah satu ikon wisata di Sumatera Barat.

Apalagi, salah satu program BUMN Hadir untuk Negeri yakni adanya Siswa Mengenal Nusantara. Dengan memperlihatkan Istano Basa Pagaruyung kepada para siswa datang dari Sulawesi Selatan.

“Tidak hanya menampilkan budaya di Minangkabau tapi juga memperkenalkan kepada Siswa Mengenal Nusantara bahwa beginilah budaya dan adat istiadat, yang menjadi bagian sejarah di Indonesia,” sebutnya.

Istano Basa yang lebih terkenal dengan nama Istana Pagaruyung adalah sebuah istana yang terletak di Kecamatan Tanjung Emas, Kota Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Istano Basa berjarak lebih kurang 5 KM dari pusat Kota Batusangkar. Istana ini merupakan objek wisata budaya yang terkenal di Sumatera Barat.

Istano Basa yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istano Basa asli terletak di atas bukit Batu Patah dan terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada tahun 1804. Istana tersebut kemudian didirikan kembali, namun terbakar tahun 1966.

Proses pembangunan kembali Istano Basa dilakukan dengan peletakan tunggak tuo (tiang utama) pada 27 Desember 1976 oleh Gubernur Sumatera Barat waktu itu, Harun Zain. Bangunan baru ini tidak didirikan di tapak istana lama, tetapi di lokasi baru di sebelah selatan. Pada akhir 1970-an, istanatersebut bisa dikunjungi oleh umum.

Istano Basa Pagaruyung berdiri pada abad ke-17. Dulu sempat runtuh akibat perang pada tahun 1837. Lalu pernah terbakar pada 1966, dan kembali dibangun pada 1968. Setelah itu kebakaran terjadi dan kembali dibangun pada 2007.

Usai Upacara Bendera Peringatan HUT Republik Indonesia, Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin, menyampaikan sejumlah bantuan pemenuhan kebutuhan dasar kepada masyarakat Sumatera Barat, secara simbolis antara lain pemberian beasiswa kepada siswa SD, SMP dan SMA, bantuan pemberian elektrofikasi dan MCK, serta bedah rumah.

Ia menyebutkan, melaui BUMN Hadir Untuk Negeri di Sumatera Barat, PTBA dan BGR menyampaikan beasiswa kepada 30 siswa tingkat SD, SMP, dan SMA di Kota Sawahlunto serta Kabupaten Solok Selatan.

Selain itu, diberikan pula bantuan elektrofikasi untuk 100 rumah dan 100 MCK, melakukan bedah rumah masyarakat sebanyak 10 rumah, serta bantuan penyediaan sarana air bersih.

Tak hanya itu, PTBA dan BGR juga melakukan perbaikan sarana prasarana Sekolah Dasar di SDN 29 Kecamatan Barangin, Sawahlunto dan SDN O3 Pekomna Solok Selatan, Pembangunan Taman Baca di Rumah Kreatif Kompleks Lapangan Segitiga Sawahlunto serta Taman Baca di Rumah Pintar, Solok Selatan. Juga melakukan program padat karya pembangunan jalan setapak di Desa Rantih dan Sikabu Nagari Kubang, Sawahlunto.

Selain bantuan tersebut, diberikan juga bantuan pemberdayaan masyarakat untuk pembuatan Taman Toga kepada masyarakat Kelurahan Saringan, Barangin, Sawahlunto dan bantuan kegiatan usaha budidaya ikan tawar di Desa Rantih.

Disamping itu juga bantuan pembangunan sarana dan prasaran umum untuk pembangunan WC Umum di Kompleks Taman Lapangan Segitiga Sawahlunto, serta pembangungan gedung pertemuan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Olahraga, Solok Selatan.

“Ada perlombaan juga dalam rangka peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, yang akan digelar di Kantor PTBA Unit Pertambangan Ombilin, Sawahlunto pada hari ini,” ucapnya.

Untuk peserta lomba mulai dari anak-anak siswa Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak hingga dewasa. Beberapa perlombaan yang diselenggarakan di kantor PTBA yaitu Lomba Mengucap Pancasila untuk siswa Kelompok Bermain dan TK, Lomba Lagu Kebangsaan untuk siswa SD, Lomba Pionering membuat jembatan darurat untuk siswa SMP, Lomba Pionering membuat menara pandang untuk siswa SMA, serta lomba menjahit bendera untuk kelompok ibu PKK.

Tak hanya itu, PTBA dan BGR juga menyelenggarakan Jalan Sehat dalam rangka peringatan HUT RI yang diselenggarakan di Sawahlunto pada Sabtu (18/8) pagi. Jalan Sehat sejauh 5 km  terbuka untuk seluruh masyarakat dengan rute dari Lapangan Segitiga PTBA Kampung Teleng Kelok 16-DPRD Gang HI dan kembali lagi ke Lapangan Segitiga PTBA.

Pada acara Jalan Sehat, digelar pula lomba untuk memeriahkan HUT ke-73 Republik Indonesia, antara lain Lomba Senam Aerobik dan Lomba Mirip Pahlawan. Lomba diperuntukkan kepada masyarakat umum, pelajar, BUMN, hingga pemerintah daerah Sawahlunto.

“Jadi pada kegiatan Jalan Sehat ini juga disediakan kuliner khas Sawahlunto yang akan dibagikan gratis kepada para peserta Jalan Sehat,” sebutnya.

Di hari yang sama juga digelar pameran UMKM Sawahlunto di Lapangan Segitiga Sawahlunto. Selain itu, untuk menyemarakkan peringatan HUT Rl, digelar pula Pasar Murah di 2 lokasi di Kota Sawahlunto bekerja sama dengan Koramil Sawahlunto.

Sementara itu, juga ada penjualan sebanyak 500 paket sembako bernilai Rp100.000. Namun nilainya hanya dipatok dengan harga Rp25.000 per paket kepada masyarakat di Kecamatan Lembah Segar dan Kecamatan Barangin, Sawahlunto.

“Nantinya, hasil penjualan paket sembako akan disumbangkan untuk pembelian jam digital dan disalurkan ke masjid-masid di wilayah Ring I PTBA UPO,” katanya.

Ia berharap, melalui berbagai kegiatan yang digelar dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan BUMN Hadir Untuk Negeri, PTBA dan BGR berharap masyarakat di Sumatera Barat dapat merasakan secara langsung manfaat BUMN di Indonesia, dan juga dapat membantu kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.

Lihat juga...