Perkebunan Kelapa Sawit Dukung Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

Editor: Satmoko Budi Santoso

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, H Ujang Rachmad - Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Perkebunan kelapa sawit yang terus didorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan kontribusi yang cukup besar pada pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat.

Berdasarkan data luasan kelapa sawit di Kaltim mencapai 1,2 juta hektar plasma dan kebun rakyat seluas 292 ribu hektar.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim, H Ujang Rachmad, menyebutkan, kelapa sawit menduduki urutan ketiga penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atau berada di bawah batubara serta minyak dan gas bumi.

“Saat ini ekonomi Kaltim dibangkitkan oleh sektor perkebunan khususnya pada kelapa sawit. Terbukti dapat menyumbang PDRB dimana subsektor perkebunan didominasi komoditi kelapa sawit yang mencapai 88,19 persen,” sebutnya, Senin (13/8/2018).

Dikatakan dia, penghasil pendapatan daerah dan penumbuh ekonomi Kaltim dari seluruh industri kelapa sawit termasuk pengolahannya. Lambat laut komoditi yang dapat diperbarui ini akan menjadi tulang punggung ekonomi Kaltim.

“Bahkan diperkirakan pascaberakhirnya atau habisnya migas dan batu, kelapa sawit dapat menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Kaltim,” celetuk Ujang Rachmad.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kaltim, tercatat 1,2 juta hektar sawit terdapat tanaman yang belum menghasilkan 375 ribu hektar dan tanaman yang menghasilkan 788 ribu hektar dari total itu rata-rata yang telah menghasilkan 2,5 hingga 3 juta ton CPO per tahun.

Tidak hanya itu, Ujang mengatakan, pada sektor perkebunan juga menyerap tenaga kerja yang mencapai lebih dari 300 ribu, sebagian besar pada perkebunan kelapa sawit. “Kalau diperhitungkan dengan jumlah anak dan istri tenaga kerjanya, maka hampir sepertiga warga Kaltim bergantung dan berhubungan langsung dengan subsektor perkebunan,” ucapnya.

Dia menambahkan, pada tahun program peremajaan tanaman kelapa sawit juga mulai dilakukan dari mendata kelapa sawit hingga proses peremajaan. Kendati harga kelapa sawit mengalami penurunan harga, namun penggalakan perkebunan kelapa sawit terus didorong untuk pertumbuhan ekonomi Kaltim.

Lihat juga...