Periksa Hewan Kurban, UGM Terjunkan 375 Mahasiswa

Editor: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Fakultas Kedokteran Hewan UGM Yogyakarta mengirimkan sebanyak 375 orang mahasiswa untuk menjadi petugas pemeriksa hewan kurban. Para mahasiswa tersebut akan ditempatkan di 7000 titik yang tersebar di empat kabupatan/kota di DIY pada hari raya Idul Adha mendatang.

Pelepasan mahasiswa petugas pemeriksa hewan kurban dilakukan secara simbolis dengan penyematan jas laboratorium dan pisau oleh Dekan FKH UGM Prof. Dr. drh. Siti Isrina Oktavia Salasia kepada dua orang mahasiswa, di Kampus FKH UGM.

Siti mengatakan, para mahasiswa yang akan dikirim ditempatkan di seluruh lokasi penyembelihan kurban yang ada di DIY. Para mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa tingkat akhir dan mahasiswa yang tengah mengikuti pendidikan koasistensi di FKH UGM.

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian DIY, Ir Sutarno, melepas mahasiswa pemeriksa hewan kurban – Foto: Ist/Jatmika H Kusmargana

Dikarenakan jumlah titik yang ditangani cukup banyak, FKH UGM juga menggandeng mahasiswa dari Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner Sekolah Vokasi UGM.

“Nanti di lapangan, mereka akan berkolaborasi dengan pemerintah melalui dinas terkait untuk membantu pemeriksaan hewan kurban menjelang dan sesudah pemotongan,” katanya.

Kepada mahasiswa yang menjadi petugas pemeriksa hewan kurban, Dekan berpesan agar mahasiswa menjadikan kegiatan tersebut sebagai wujud dari proses pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.

Menurutnya, ilmu dan pengetahuan yang didapatkan di bangku kuliah bisa diaplikasikan di masyarakat dalam rangka menjaga kesehatan masyarakat dari penyakit yang berasal dari pangan asal hewan.

“Mahasiswa bertugas memastikan produk pangan asal hewan yang akan dikonsumsi betul-betul aman dan sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian DIY, Ir. Sutarno, menyampaikan apresiasi kepada FKH UGM yang selama ini sudah ikut aktif berkontribusi dalam membantu pemerintah untuk penyediaan pangan hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal.

Sutarno mengatakan, jumlah hewan kurban di DIY dari tahun ke tahun terus meningkat. Sejak tahun 2015 peningkatan sapi untuk hewan kurban naik dari sebelumya 16 ribu ekor menjadi kurang lebih 20 ribu ekor.

Ia menyebutkan, jumlah sapi yang disembelih tahun lalu mencapai 19.522 ekor kerbau, 28.940 ekor kambing, dan 21.994 ekor domba. Dengan Lokasi pemotongan tersebar di 7000 titik.

Dari 7000 titik lokasi penyembelihan tersebut, menurutnya ditemukan sekitar 6,3 persen atau 1230 ekor sapi sapi yang terkena kasus Fascioliasis atau penyakit Cacing Hati. Sementara pada kambing dan domba, sekitar 0,29 persen yang terkena cacing hati.

“Kasus yang paling banyak kita temukan di daerah Kulon Progo,” katanya.

Salah satu mahasiswa pemeriksa hewan kurban, Ananda Dwi Anindita (22) menuturkan, selama dua tahun terakhir, ia mendata jadi petugas pemeriksa hewan kurban. Mahasiswi angkatan 2014 FKH UGM tersebut mengatakan, tahun lalu ia ditempatkan di daerah Kabupaten Sleman.

Ananda ditugaskan memeriksa hewan kurban di tujuh lokasi. “Kami ditugaskan melakukan pemeriksaan sejak dari awal, hingga selesai,” katanya.

Lihat juga...