HUT Kemerdekaan, Warga Negeri Agung Rayakan dengan Cara Unik

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Berbagai cara unik dilakukan oleh warga untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-73 Kemerdekaan RI di sejumlah wilayah di Lampung.

Salah satu cara merayakan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI dilakukan oleh puluhan pemuda warga Desa Negeri Agung, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur.

Raden Bagus, panitia penyelenggara menyebut, peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI tahun ini diselenggarakan dengan cara unik.

Cara tidak biasa tersebut diakuinya dengan menggelar upacara yang dilakukan di tengah danau desa setempat. Jika pada upacara normal kegiatan digelar di lapangan, para pemuda berinisiatif mengadakan upacara di sekitar danau dan bendera dikibarkan di tengah danau.

Pelaksanaan dilakukan dengan upacara seperti urutan biasa meski pada pengibaran bendera dilakukan dengan menggunakan rakit bambu.

Raden Bagus (kedua dari kiri) ketua panitia upacara HUT Ke-73 Kemerdekaan RI di danau desa setempat [Foto: Ist/Henk Widi]
Bendera yang dikibarkan merupakan bendera merah putih sepanjang 8 meter dengan tiang setinggi 17 meter serta hiasan bendera kecil sebanyak 73 buah. Tiga petugas pengibar bendera disebutnya harus menggunakan rakit untuk menuju ke titik pengibaran di tengah danau.

Butuh perjuangan untuk menuju ke tengah danau sembari melakukan pengibaran bendera yang dilakukan tiga petugas tersebut.

“Prosesi pengibaran bendera di tengah danau sekaligus menjadi refleksi perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan dari penjajah,” terang Raden Bagus, selaku ketua panitia penyelenggara saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (17/8/2018).

Selama pelaksanaan upacara bendera, para peserta juga mengenakan baju adat Lampung lengkap dengan sarung tapis, topi khas Lampung jenis tukkus dan bagi wanita mengenakan Siger.

Puluhan siswa pingsan saat pelaksanaan upacara bendera HUT Ke-73 Kemerdekaan RI di lapangan Kecamatan Penengahan Lamsel [Foto: Henk Widi]
Selain itu, sejumlah peserta upacara juga mengenakan pakaian adat beberapa daerah menyimbolkan semangat keanekaragaman suku dengan adat istiadat, namun tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Dwi Jayanti, salah satu peserta upacara mengaku, kegiatan upacara HUT Ke-73 Kemerdekaan RI tahun ini cukup istimewa. Pasalnya, selain berbagai perlombaan di antaranya sejumlah olahraga tradisional, jalan sehat serta beragam perlombaan, upacara juga digelar di luar kebiasaan.

Upacara di atas danau, diakuinya, baru pertama kali digelar sekaligus upaya untuk meningkatkan jiwa nasionalisme bagi para pemuda.

Selain di Kecamatan Gunung Pelindung Lampung Timur, peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI juga digelar hingga tingkat dusun. Upacara yang digelar oleh ratusan warga Dusun Sumbersari, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, juga dilakukan pertama kali di tingkat dusun.

Salah satu warga bernama Markum bahkan tetap setia mengikuti upacara bendera meski harus menggendong anaknya. Upacara HUT Ke-73 Kemerdekaan RI disebutnya baru pertama kali dilakukan di dusun tersebut.

Budi Omon, selaku salah satu tokoh warga Dusun Sumbersari mengaku, upacara di dusun tersebut sekaligus merayakan HUT dusun ke-51. Sekitar 250 kepala keluarga dilibatkan dengan semua petugas mulai dari pengibar bendera, koor, inspektur upacara berasal dari dusun setempat.

Salah satu warga mengikuti upacara bendera HUT ke-73 Kemerdekaan RI dengan menggendong anak [Foto: Henk Widi]
Kegiatan upacara bendera di tingkat dusun, diakui Budi Omon, menjadi pengingat bagi sejumlah warga untuk mengenang perjuangan pahlawan mempertahankan kemerdekaan RI.

“Keikutsertaan warga dari anak-anak hingga orang tua sekaligus menjadi cara untuk bersyukur atas nikmat kemerdekaan,” terang Budi Omon.

Selain pelaksanaan upacara di tingkat dusun serta upacara peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI di tengah danau, upacara juga digelar di lapangan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan.

Ribuan pelajar dan instansi pemerintah mengikuti peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI dipimpin oleh M. Yusuf selaku camat Kecamatan Penengahan.

Upacara HUT Ke-73 Kemerdekaan RI yang diiringi dengan drum band dari SDN 2 Pasuruan, Paskibra Kecamatan Penengahan, terlihat berjalan lancar.

Upacara yang digelar dalam kondisi panas terik tersebut berimbas sejumlah siswa SD hingga SMP yang mengikuti upacara terpaksa dirawat oleh petugas medis di mobil ambulans Puskesmas rawat inap Penengahan.

Sebagian siswa bahkan pingsan dan harus mendapat perawatan ke Puskesmas.

Lihat juga...