PADANG PANJANG – Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, menargetkan setiap kelurahan di daerahnya bisa menjadi basis kegiatan literasi.
“Sebagai ‘Kota Literasi’, kami ingin kelurahan menjadi basis kegiatan literasi. Artinya, kegiatan literasi harus hidup, dan sasarannya terdapat minimal satu kampung literasi di sana,” kata Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Padang Panjang, Yoni Aldo, di Padang Panjang, Rabu (15/8/2018).
Saat ini, ujarnya, kelurahan-kelurahan di daerah itu sudah memiliki perpustakaan, dan para pengelolanya sudah memperoleh bimbingan mengenai pengelolaan perpustakaan kelurahan.
Sebagai langkah menjadikan kelurahan basis kegiatan literasi, kata dia, buku-buku koleksi di perpustakaan kelurahan akan digulirkan kepada masyarakat.
“Sejumlah buku akan diantarkan ke rumah-rumah warga untuk dibaca, terutama oleh anak,” ujarnya.
Setelah satu minggu, kata dia, buku kemudian digulirkan ke rumah warga lainnya, sehingga setiap buku yang ada dibaca masyarakat.
Untuk kelancaran kegiatan tersebut, ia mengatakan, perlu dorongan dari orang tua, agar anak mau membaca, karena dengan membaca, maka anak akan memperoleh banyak manfaat.
Untuk mendorong keaktifan masyarakat dalam kegiatan literasi, pihaknya merencanakan pada 2019 diadakan acara pameran hasil literasi di kelurahan.
“Kami akan adakan Festival Literasi Kelurahan. Perlu persiapan dari sekarang, agar gerakan literasi betul-betul berjalan di setiap kelurahan di Padang Panjang,” katanya.
Beberapa kegiatan literasi yang telah berjalan di daerah itu, di antaranya belajar sastra gratis setiap Sabtu dan Minggu, berupa mendongeng, menulis cerpen, teater, menulis cerita anak dan adat serta budaya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Selain itu, membuka lapak baca ke sekolah-sekolah dan fasilitas umum menggunakan mobil pustaka keliling dan Gerakan Padang Panjang Banjir Buku. (Ant)