Padang Panjang Banjir Buku, Bagikan 3.000 Buku
PADANG PANJANG – Gerakan Padang Panjang Banjir Buku, yang dilaksanakan di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, telah membagikan 3.000 lebih buku kepada warga daerah setempat.
Kepala Bidang Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Padang Panjang, Yoni Aldo mengatakan, program itu sudah berjalan sejak 2017 lalu. Kegiatannya untuk membangun masyarakat yang gemar membaca. Lewat gerakan tersebut, pihaknya menerima wakaf buku dari masyarakat setempat dan perantau maupun dari daerah lainnya.
Buku-buku yang diterima ditempatkan sementara di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, untuk disortir sebelum dibagikan kepada warga, pojok baca dan taman bermain anak di Padang Panjang. “Sekarang ada sekitar seribuan buku lagi yang belum dibagikan karena kami harus menyortir terlebih dahulu,” ujarnya, Sabtu (18/8/2018).
Ketua Forum Pegiat Literasi Padang Panjang, Muhammad Subhan menambahkan, dari buku yang sudah diterima, dapat disebut masyarakat mendukung wakaf buku yang dinamai Gerakan Padang Panjang Banjir Buku. Hanya saja, masih banyak buku-buku yang diwakafkan berupa buku pelajaran dan majalah. “Buku pelajaran yang sudah habis kurikulumnya tentu tidak bisa dipakai lagi. Majalah masih lumayan jika ada artikel yang bermanfaat dan cocok untuk masyarakat saat ini,” ujarnya.
Menurutnya, buku yang lebih dibutuhkan berupa buku cerita anak, buku motivasi, fiksi dan buku mengenai teknologi terapan pertanian dan peternakan. “Manfaatnya jelas seperti buku cerita anak mengandung pesan-pesan moral membantu membentuk karakter anak. Kemudian buku mengenai pertanian isinya mungkin mengenai kiat budidaya tanaman tertentu dapat dibagikan ke kelompok tani yang ada di sini,” terangnya.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi mendukung gerakan tersebut, dapat mewakafkan buku melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, yang beralamat di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Balai-Balai, Padang Panjang Barat. (Ant)