Kekeringan Mulai Cemaskan Petani Kotawaringin Timur

Kekeringan, ilustrasi -Dok: CDN

SAMPIT – Dinas Pertanian, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyatakan, kekeringan mulai mencemaskan petani setempat. Tanaman padi milik petani di daerah tersebut, rentan diserang penyakit.

“Masih bisa tumbuh asal dalam waktu dekat ada hujan. Mudah-mudahan ada hujan sehingga kekeringan ini tidak lama, karena kalau sampai satu bulan lagi maka padi bisa mati,” kata Kepala Dinas Pertanian Kotawaringin Timur I Made Dikantara di Sampit, Minggu (19/8/2018).

Dampak kekeringan mulai dirasakan petani, antara lain yang tinggal di Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit. Saat ini sekira 200 hektare padi di desa itu tak lagi mendapatkan aliran air, karena cadangan air di sekitar sawah mengering. Desa Lempuyang, merupakan lumbung padi Kotawaringin Timur. Luas tanam padi di kawasan itu meningkat dari yang biasanya hanya 1.500 hektare, tahun ini yang siap ditanami sekira 5.000 hektare.

Petani setempat bersemangat menanam padi, sementara padi yang ditanam lebih dahulu, saat ini mulai mengurai sehingga cukup aman. Sementara padi yang ditanam sebulan terakhir, rawan mati akibat kekeringan. Petani bersama pemerintah daerah, sebenarnya sudah mengantisipasi dengan membuat dam penampung air.

Namun, cadangan air di tempat itu sudah habis dalam dua minggu, sehingga kini tidak ada lagi air untuk mengairi sawah. Sementara petani juga sudah menyiapkan mesin pompa air, untuk menyedot air yang akan dialirkan ke sawah. Namun, sumber air di sekitar lokasi pertanian tersebut, kini juga sudah mengering. “Kekeringan juga bisa memicu munculnya hama ulat grayak, dan penyakit lainnya. Padahal petani mau menanam lagi, jadi terpaksa ditunda menunggu hujan,” kata Made.

Pada musim tanam April-September, petani di Desa Lempuyang berupaya meningkatkan luas tanam. Pemerintah daerah juga cukup banyak menyalurkan bantuan pertanian, setelah melihat keseriusan petani, dan potensi pertanian yang ada. Beberapa tahun terakhir, Kotawaringin Timur sudah surplus beras. Tahun lalu, kabupaten yang terdiri 17 kecamatan itu surplus beras sekira 3.000 ton. Pemerintah daerah terus memacu produksi beras di daerah tersebut untuk mengimbangi laju pertumbuhan penduduk.

Saat ini jumlah penduduk Kotawaringin Timur terbanyak di Kalimantan Tengah, yaitu lebih dari 500.000 orang. Bahkan, banyak warga di areal perusahaan yang diduga belum melaporkan diri sehingga belum terdata. (Ant)

Lihat juga...