Kabut Asap Selimuti Palangka Raya Sore hingga Pagi

Ilustrasi. Kabut asap. Foto: Dokumentasi CDN

PALANGKA RAYA – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sebagian wilayah di Kota Palangka Raya, mulai menyelimuti Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah, pada sore hingga pagi hari.

“Sebelumnya pada sore sampai pagi cuma tercium bau asap. Namun, sejak beberapa hari lalu, pada sore sampai pagi kabut asap mulai terlihat. Bau kebakaran lahan pun semakin tajam,” kata Samsudin, warga Palangka Raya, Sabtu (25/8/2018).

Pria dengan dua anak itu menambahkan, pada sore hingga pagi hari, jarak pandang di daerah tersebut berkurang. Asap yang semakin menyelimuti Kota Palangka Raya membuat udara terlihat sedikit berkabut. “Untuk beberapa hari lalu, kabut mulai terlihat sekitar pukul 17.00 WIB sampai pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Namun pada pagi ini tadi, sampai pukul 08.00 WIB kabut belum hilang,” katanya.

Nurlaida, warga Kota Cantik lainnya mengatakan, kabut asap semakin menyelimuti kota tersebut, pada sore hingga pagi hari. “Keadaan ini memang belum berpengaruh signifikan terhadap aktivitas. Namun saya takut kalau kabut asap ini terus terjadi dan semakin parah akan berdampak pada kesehatan terutama anak-anak,” kata ibu satu anak tersebut.

Dengan kondisi tersebut diharapkan, pemerintah kota beserta pihak terkait, terus berupaya mengatasi Karhutla. Sehingga bencana kabut asap pada 2015 tak terulang kembali. Sampai saat ini, mengacu pada data yang dikeluarkan pusat data dan pengendali operasi BPBD Kalteng, ada 219,4 hektare lahan di Kota Palangka Raya dalam kondisi terbakar. Kebakaran terjadi sejak awal tahun, hingga pertengahan Agustus 2018.

Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto meminta, pemerintah kota serius melakukan pencegahan dan penanggulangan karhutla. Politisi tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat aktif terlibat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di kota setempat. (Ant)

Lihat juga...