JAKARTA – Gempa Bumi dengan kekuatan 7 Skala Ricther (SR) mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu malam pukul 21.56 WIB. Belum diketahui, apakah getaran gempa tersebut menimbulkan kerusakan.
Sementara itu hingga Minggu (19/8/2018) petang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendata, telah terjadi 814 kali gempa susulan pascagempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7.0 SR yang mengguncang Pulau Lombok dan sekitarnya pada Minggu (5/8/2018) silam. “Hingga Minggu (19/8/2018) hari ini, telah terjadi 814 kali gempa dan 33 kali di antaranya dirasakan dengan kekuatan yang cukup besar,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Minggu (19/8/2018).
Dia mengatakan, gempa bumi yang dirasakan tersebut termasuk dua kali gempa susulan yang terjadi berturut-turut pada Minggu (19/8/2018) siang. Gempa susulan yang pertama terjadi pada pukul 12.06 WITA dengan kekuatan magnitudo 5,4 SR dan episenter gempa pada 8,29 Lintang Selatan dan 116.62 Bujur Timut atau 25 km timur laut Lombok Timur. Tepatmya pada lereng utara timur laut Gunung Rinjani dengan kedalaman 10 kilometer.
Menyusul gempa kedua dengan kekuatan magnitudo 6,5 pada pukul 12.10 WITA dengan lokasi pada 32 km timur laut Lombok Timur yaitu pada lereng utara timur laut Gunung Rinjani atau 8,24 Lintang Selatan, 116.66 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut dibangkitkan oleh deformasi batuan, dengan mekanisme pergerakan naik. Hal itu mengingat epsinternya relatif sama dengan gempa pada magnitudo 7,0 pada 5 Agustus lalu.
“Kami mohon masyarakat tetap tenang namun tetap waspada dan jangan mendekati area puncak dan lereng Gunung Rinjani, Lombok Timur dan Lombok Utara juga di Sumbawa barat laut. Lereng dikhawatirkan menjadi sangat rapuh karena guncangan gempa yang sudah beberapa kali terjadi,” kata Dwikorita. (Ant)