Galakkan Literasi, KKN UIN Bangkitkan Semangat Membaca Warga Pasuruan
Editor: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Upaya membudayakan literasi atau kegemaran membaca buku pada generasi muda terus digencarkan di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.
Salah satunya didukung oleh sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) dengan membuat satu set rak buku dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2018.
Muhammad Nurul Arifin, selaku ketua Program Kerja (Progja) 194 yang ditempatkan di Desa Pasuruan menyebut, pembuatan satu set rak buku sesuai dengan tema umum pelaksanaan KKN tahun 2018.

“Program kerja pemberdayaan masyarakat berbasis masjid merupakan tema umum pelaksanaan kuliah kerja nyata dan program kecilnya kami membuat perpustakaan masjid, serta yang berhubungan dengan masjid adalah TPA,” terang Muhammad Nurul Arifin, selaku Ketua Progja 194 KKN UIN Raden Intan Lampung, saat ditemui Cendana News di sela-sela pembuatan satu set rak buku, Kamis (23/8/2018).
Pembuatan satu set rak buku tersebut sekaligus pelaksanaan Progja dalam bidang agama. Sebab, sebelumnya para mahasiswa KKN UIN Raden Intan Lampung di Desa Pasuruan juga melakukan kegiatan bidang agama di antaranya pengajian akbar, mengajar di TPA Darul Khoir, pengadaan sarana untuk perpustakaan masjid dilakukan dengan membuat satu set rak buku.
Selain bidang agama kegiatan yang dilakukan di antaranya bidang penunjang dengan melakukan bimbingan belajar kepada anak usia sekolah dengan teknik belajar yang menarik.
Sebelumnya, selain kegiatan pembuatan satu set rak buku, mahasiswa KKN UIN Raden Intan Lampung juga melakukan sejumlah kegiatan untuk masyarakat. Kegiatan tersebut di antaranya dengan membuat plang imbauan larangan membuang sampah sembarangan.
Papan imbauan tersebut dipasang di tepi Sungai Way Muloh yang masih dipergunakan warga sebagai lokasi pembuangan sampah.
Pembuatan satu set rak buku tersebut menjadi keputusan bersama anggota Progja 194 yang terdiri dari sebanyak 13 mahasiswa UIN Raden Intan Lampung yang ditempatkan di Desa Pasuruan.
Muhammad Nurul Arifin yang menjadi mahasiswa semester 7 Fakultas Tarbiyah Jurusan Manajemen Pendidikan Islam tersebut menyebut, rak buku dibuat dari multiplex. Rak buku dibuat membentuk giant letter (tulisan besar) dengan tulisan UIN yang bisa digunakan untuk menampung sebanyak 300 buku.
Pemasangan akan dilakukan di tembok untuk memudahkan penyimpanan buku bacaan.
“Pembuatan rak buku tersebut sekaligus ikut menunjang kegiatan belajar di TPA sehingga sebelum belajar siswa bisa membaca buku tentang sejarah Islam,” beber Muhammad Nurul Arifin.
Satu set rak buku tersebut dibuat dengan ukuran tinggi 90 cm lebar 200 cm yang dicat dengan warna menarik. Khusus untuk penyediaan buku ia menyebut, akan bersinergi dengan Kampung Literasi yang digagas oleh Sugeng Haryono yang pernah mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo sebagai penggiat literasi nasional. Sejumlah buku yang akan ditempatkan di rak tersebut akan diganti setiap bulan.
Sugeng Hariyono, selaku penggagas Kampung Literasi menyebut, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UIN Raden Intan Lampung yang peduli kepada gerakan literasi. Melalui pembuatan rak buku tersebut sekaligus ikut bersinergi dengan program One Home One Library (Satu Rumah Satu Perpustakaan) dengan adanya sebanyak 68 rak buku di rumah warga Desa Pasuruan.
Rak buku yang disediakan di setiap rumah tersebut selama ini sudah digunakan untuk meletakkan buku untuk bahan bacaan.
“Kepedulian mahasiswa KKN UIN Raden Intan Lampung dalam bidang literasi berbasis masjid sangat positif bahkan membantu TPA Miftahul Falah yang tidak memiliki rak buku,” terang Sugeng Hariyono.
Sinergi antara mahasiswa KKN UIN Raden Intan Lampung yang melakukan kegiatan KKN di Desa Pasuruan sekitar satu bulan akan memiliki dampak jangka panjang. Sebab melalui pembuatan rak buku sebagai percontohan ke depan bisa dilanjutkan oleh TPA dengan membuat rak buku sejenis.
Siswa yang membaca buku sebelum mengikuti pelajaran di TPA bisa memiliki pengetahuan lebih dengan adanya buku bacaan tentang pengetahuan agama Islam.
Sugeng Hariyono menyebut, ratusan buku yang disalurkan ke TPA berkat kerja sama dengan KKN UIN Raden Intan Lampung merupakan buku donasi. Buku donasi tersebut dominan berasal dari seluruh wilayah Indonesia melalui kegiatan Free Cargo Literacy (Pustaka Bebas Bea) ke kampung literasi dan Motor Pustaka.
Melalui inisiatif KKN UIN Raden Intan Lampung, pembuatan rak buku tersebut diharapkan akan dicontoh oleh sejumlah TPA lain di wilayah tersebut.

Mahmud Toha mengaku, TPA yang dikelola bersama sang istri, Maisaroh masih memiliki fasilitas minim yang dilakukan di belakang tempat tinggalnya.
“Sarana belajar TPA Miftahul Falah hanya tikar untuk duduk siswa, papan tulis dan lemari kaca penyimpan Alquran, buku Iqra dan mukena,” terang Mahmud Toha.
Mahmud Toha menyebut, bantuan dari mahasiswa KKN UIN Raden Intan Lampung Progja 194 akan menjadi amal jariyah. Sebab, selama satu set rak buku tersebut terpasang di TPA Miftahul Falah, akan menjadi sarana untuk mendapatkan ilmu agama yang kelak menciptakan murid berakhlak mulia dan berguna bagi nusa, bangsa dan agama.
Saat ini siswa di TPA Miftahul Falah, diakui Mahmud Toha, tercatat berjumlah 90 siswa dan melakukan kegiatan belajar selepas salat Asar.