Disdikbud Rejang Lebong Rekrut Guru Honorer
REJANG LEBONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, merekrut guru honorer. Kebijakan tersebut diambil, untuk memenuhi kekurangan tenaga pendidikan di daerah itu.
“Iya memang terlambat, karena terjadi perubahan Peraturan Bupati Kabupaten Rejang Lebong, tentang Pengangkatan Guru Honorer atau THL. Akibatnya proses rekruitmen belum bisa kami lakukan,” kata Kepala Disdikbud Rejang Lebong, Tarsisius Samuji, Sabtu (18/8/2018).
Di dalam perbup, semula tidak menyebut perekrutan guru THL atau tenaga harian lepas. Dengan demikian, perbup tersebut akhirnya direvisi, dan baru selesai Juli 2018. Adanya keterlambatan perekrutan guru THL itu, bukanlah disengaja. Direncanakan, Rejang Lebong akan merekrut 374 orang guru honorer, dengan besaran gaji per bulan Rp1 juta.
“Jika melihat jumlah guru yang akan direkrut dengan jumlah dana yang tersedia berkisar Rp800 juta kemungkinan ini hanya bisa mengganji mereka untuk empat hingga lima bulan saja,” ujarnya.
Dari proses yang sudah berlangsung, ditargetkan rekruitmen akan selesai di September mendatang. Terutama untuk memenuhi kebutuhan guru di tujuh kecamatan di wilayah Lembak. “Kalau yang kata bupati kemarin banyak warga yang menanyakan masih kurangnya guru, itu bukan guru swasta melainkan guru negeri. Kalau ada satu sekolah hanya memiliki seorang guru PNS itu memang benar, tapi kalau guru honor banyak,” tandasnya.
Sebelumnya, Bupati Rejang Lebong, Ahmad Hijazi, usai mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo di DPRD Rejang Lebong, Kamis (16/8/2018), mengaku kecewa dengan kinerja Disdikbud setempat. Kekecewaan tersebut dipicu belum bisa direalisasikannya, program perekrutan guru honorer di pelosok daerah itu. (Ant)