Dinas Pangan Bangka: 52 KWT Kembangkan Produk Olahan

Produk makanan olahan, ilustrasi - Foto: Dok. CDN

SUNGAILIAT — Dinas Pangan Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebut 52 kelompok wanita tani (KWT) siap mengembangkan produksi olahan pangan lokal agar dapat bernilai ekonomis.

“Sejauh ini terdata ada 52 KWT dari delapan kecamatan se-Kabupaten Bangka yang mulai memperkenalkan jenis makanan berbahan baku lokal yang diolah dengan sentuhan modern,” kata Plt Kepala Dinas Pangan Kabupaten Bangka, Rusmansyah di Sungailiat, Rabu (15/8/2018)

Beberapa ketegori produk olahan baik minuman maupun makanan yang memanfaatkan bahan baku lokal di antaranya olahan dari serai, jahe, singkong, pisang, beras aruk, cempedak hingga nanas.

“Ada memang beberapa yang menjadi produk andalan dari beberapa KWT di setiap desa/kelurahan, antara lain sambal serai, teh serai, stik bijur, sirup timun, kemplang labu, kerupuk kulat kukur, kripik sirsak hingga abon nanas dan masih banyak lagi,” katanya.

Pihaknya terus melakukan pembinaan langsung ke lapangan dalam bentuk sosialisasi serta mengikutsertakan para KWT pada setiap ajang yang menyangkut olahan pangan.

“Bentuk binaan kita yang pertama terus mendorong agar semua KWT memproduksi pangan olahan, mendokumentasikan resep-resep mereka dalam sebuah daftar buku yang nanti akan kita edarkan ke masyarakat,” katanya.

Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan, Suparjo, menyebutkan dari total 52 KWT tiga di antaranya telah memiliki izin pangan industri yakni KWT Mandiri Desa Mabat, KWT Maju Desa Kemuja dan KWT Mekar Sari Desa Air Duren.

“Kita mendorong mereka untuk mengurus izinnya dan sejauh ini sudah ada tiga KWT yang telah memiliki izin secara resmi dari Pemkab Bangka dan jaminan produk halal,” katanya.

Ia berharap ke depan seluruh KWT di Kabupaten Bangka memiliki izin dan memiliki sertifikat halal. (Ant)

Lihat juga...