BENGALURU – Banjir terbesar sepanjang abad di negara bagian Kerala, India, menewaskan 164 orang dan memaksa lebih dari 200.000 orang lainnya mengungsi.
Korban diperkirakan terus bertambah, mengingat hujan deras membuat ketinggian air terus meningkat. Perdana Menteri India, Narendra Modi, dijadwalkan berkunjung ke Kerala pada Jumat (17/8/2018) malam.
Sementara itu, kepala daerah setempat, berharap mendapat bantuan militer untuk meningkatkan penyelamatan, yang saat ini menggunakan puluhan helikopter dan ratusan perahu.
“Saya berbicara dengan menteri pertahanan, dan meminta lebih banyak helikopter,” kata kepala negara bagian Kerala, Pinarayi Vijayan, dalam jumpa pers di ibu kota, Thiruvananthapuram.
Dia berencana mengirim 11 helikopter tambahan ke wilayah yang terkena dampak paling besar akibat banjir.
“Di beberapa wilayah, penyelamatan melalui udara adalah satu-satunya pilihan. Ribuan orang masih terdampar,” kata Vijayan.
Banjir di Kerala mulai terjadi sejak sembilan hari lalu. Vijayan, mengatakan sebagian korban kehilangan nyawa akibat longsor. Pihaknya juga telah mendirikan lebih dari 1.500 tempat sementara untuk menampung 223.000 korban.
Kerala adalah salah satu daerah wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.
Bandar udara di kota komersial utama, Kochi, telah terendam air, sehingga membuat otoritas menutup operasi sampai 26 Agustus. Saat ini, penerbangan ke bandara tersebut telah dipindahkan ke dua bandara lain di negara bagian yang sama.
Kantor gubernur mengatakan, bahwa hujan deras jatuh di sejumlah wilayah pada Jumat, dan akan terus terjadi sepanjang akhir pekan. (Ant)